Kasus Ujaran 'Kalimantan Tempat Jin Buang Anak', Edy Mulyadi Segera Disidangkan

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menyerahkan tersangka Edy Mulyadi beserta barang bukti kepada Kejaksaan RI pada Kamis (31/3/2022).

Editor: Rizki A
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Edy Mulyadi saat memenuhi pemeriksaan polisi atas dugaan kasus ujaran kebencian di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (31/1/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - YouTuber Edy Mulyadi resmi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus ujaran kebencian yang bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Diketahui, kasus Edy ini berawal dari ucapannya yang diduga menghina Kalimantan sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Atas kasusnya itu, Edy pun akan ditahan di Rutan Bareskrim Polri mulai Senin (31/1/2022).

Kasus ini pun masih terus berkembang.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menyerahkan tersangka Edy Mulyadi beserta barang bukti kepada Kejaksaan RI pada Kamis (31/3/2022).

Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa kini Edy Mulyadi telah diserahkan tanggung jawabnya kepada Kejaksaan RI.

"Hari ini sedang berproses tahap dua penyerahan tersangka dan barang bukti mas," ujar Asep kepada wartawan, Kamis (31/3/2022).

Baca juga: Andika Perkasa Hapus Tes Renang & Akademik hingga Bolehkan Keturunan PKI Ikut Seleksi Prajurit TNI

Baca juga: Belum dapat Fatwa Halal, Panja DPR RI Desak Pemerintah Ujikan Vaksin Booster yang Tersedia ke MUI

Baca juga: ICW Tagih Luhut soal Transparansi Big Data Penundaan Pemilu 2024, Singgung soal Pertanggungjawaban

Dengan begitu, nantinya Edy Mulyadi bakal segera disidangkan terkait pernyataannya soal 'Kalimantan Tempat Jin Buang Anak'.

Sebagai informasi, Edy Mulyadi ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan penyebaran berita bohong alias hoax pada Senin (31/1/2022).

Usai ditetapkan tersangka, Edy Mulyadi juga langsung dilakukan penangkapan oleh penyidik Polri.

Setelah itu, dia langsung dilakukan proses penahanan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Adapun tersangka disangkakan melanggar Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan /atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau pasal 156 KUHP. 

Alasan Edy Mulyadi Langsung Ditahan, Terancam Hukuman 10 tahun Penjara

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan alasan Edy harus ditahan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved