AS Tuding PeduliLindungi Langgar HAM, Kemenkes Tegaskan Aplikasinya dalam Perlindungan Pemerintah

Merespon tudingan dari AS, Kemenkes mengatakan bahwa aplikasi PeduliLindungi berada dalam perlindungan pemerintah.

Penulis: Qonitah Rohmadiena | Editor: Rizki A
KOMPAS.com/Galuh Putri
ILUSTRASI Aplikasi PeduliLindungi. 

TRIBUNTERNATE.COM -  Amerika Serikat (AS) melalui sebuah laporan yang bertajuk 2021 Country Reports on Human Right Practices, menyebut aplikasi PeduliLindungi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Laporan tersebut dibuat oleh Departemen Luar Negeri AS  yang membahas tentang Laporan Praktik Hak Asasi Manusia (HAM) dari berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Pihak Departemen Luar Negeri AS menyebut bahwa aplikasi PeduliLindungi kemungkinan melanggar privasi seseorang.

Selain itu, aplikasi itu juga diduga melakukan pengambilan informasi pribadi tanpa izin terkait data milik puluhan juta masyarakat.

Merespon tudingan dari AS ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengatakan bahwa aplikasi PeduliLindungi berada dalam perlindungan pemerintah.

"Aplikasi PeduliLindungi adalah suatu aplikasi yang disediakan oleh pemerintah, artinya dalam perlindungan pemerintah," kata Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di Kompas.tv, Minggu (17/04/2022).

Baca juga: Akibat Pemusnahan Petasan di Bangkalan, Puluhan Rumah Warga Rusak, Polisi Siap Ganti Rugi

Baca juga: AHY Bicara Soal Peluang Demokrat di Pemilu 2024: Kepastian Hanya Milik Allah, Tugas Kita Bersiap

Baca juga: Israel Serang Masjid Al Aqsa hingga Lukai 150 Warga Palestina, Ini Tanggapan AS dan Uni Eropa

ILUSTRASI Aplikasi PeduliLindungi.
ILUSTRASI Aplikasi PeduliLindungi. (KOMPAS.com/Galuh Putri)

Siti mengatakan, pemerintah membuat aplikasi ini, tujuannya semata-mata hanya untuk keperluan tracing dalam rangka pengendalian Covid-19.

Siti juga menerangkan bahwa, terkait keamanan, Kemenkes telah melalukan berbagai observasi.

"Dan memang tujuannya untuk tracing dalam rangka pengendalian Covid-19. Prioritas terkait keamanan, Kementerian Kesehatan juga sudah melakukan berbagai penilaian baik dari aspek teknis maupun aspek legalitas," paparnya.

Dikatakan SIti, pemerintah juga telah memastikan bahwa data yang ada pada aplikasi PeduliLindungi tidak digunakan untuk kepentingan lain.

Selain itu, Siti menyebut, pemerintah telah memberikan sistem keamanan berlapis untuk aplikasi itu.

"Kita bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi negara untuk memastikan keamanan dan tidak digunakan untuk kepentingan lain selain untuk pengendalian pandemi Covid."

"Tentunya ada sistem pengamanan berlapis dari aplikasi PeduliLIndungi," tegasnya.

Baca juga: AS Tuding Aplikasi PeduliLindungi Langgar HAM, Mahfud MD: Tak Masalah, Itu Bagian dari Informasi

Baca juga: Kemenlu AS Duga Ada Pelanggaran HAM dalam Aplikasi PeduliLindungi, Kemenkes: Tudingan Tak Berdasar

Baca juga: Kemenlu AS Duga Ada Pelanggaran HAM dalam Aplikasi PeduliLindungi, Mahfud MD Beri Tanggapan

Pengamanan berlapis itu, papar Siti, yakni berupa pengamanan aplikasi sendiri pengamanan pada infrastruktur data yang berada di Kementerian Informasi dan Komunikasi, dan pengamanan data terenkripsi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved