Ela Ela
Melihat Perayaan Malam Lailatul Qadar di Kedaton Kesultanan Ternate
Sebuah ritual atau tradisi Jou Uci Sabea (Sultan Turun Sembahyang) di Sigi Lamo (Mesjid Sultan) pada malam Lailatul Qadar.
TRIBUNTERNATE.COM- Sebuah ritual atau tradisi Jou Uci Sabea (Sultan turun sembahyang) di Sigi Lamo (Majid Sultan) pada malam Lailatul Qadar atau malam Ela-Ela masih terselenggara hingga kini.
Ritual ini masih lestari sejak 5 abad lalu.
Tribunternate.com berkesempatan meliput ritual ini pada Kamis (28/4/2022) malam, pukul 18.36 WIT.
Usai salat magrib di kedaton kesultanan Ternate, dipadati orang dewasa hingga anak-anak.
Mereka datang hanya ingin menyaksikan secara langsung prosesi bakar obor.
Obor-obor berbahan bambu serta pohon pisang itu dipajang mulai dari gerbang utama hingga halamam Kedaton.
Pohon pisang diperkirakan berukuran satu meter itu bagian ujungnya diberi damar dicampur dengan minyak tanah sebagai bahan untuk pembakaran.
Dari sekian ada satu obor dipisahkan khusus dinyalakan secara simbolis.
"Alhamdulillah, prosesi ini dilaksanakan lagi setelah 7 tahun vakum," kata Jo Hukum Soasio kedaton kesultanan Ternate, Gunawan Yusuf Radjim.

Di kedaton kesultan Ternate, ritual menyambut malam Ela-Ela diawali dengan tahlilan setelah salat magrib.
Para perangkat Kesultanan dilibatkan dalam Tahlilan tersebut.
Setelah itu, dari atas Kedaton, Sultan Ternate, Hidayatullah Sjah turun melewati tangga menuju halaman depan Kedaton.
Mengawali doa, obor kemudian dinyalakan secara simbolis oleh Sultan Ternate, Hidayatullah Sjah.
Begitu obor menyala, Sultan dan rombongan balik ke dalam Kedaton, menunggu salat Tarawih Berjamaah di Sigi Lamo.
Baca juga: Batang Pohon Pisang, Sebuah Simbol Kearifan Lokal dan Filosofi Ela-Ela bagi Kesultanan Ternate
Baca juga: Basarnas Ternate Kerahkan Puluhan Personel dan Armada Kawal Mudik Lebaran 2022
Beberapa saat para perangkat kesultanan yang terdiri dari Imam serta Bobato akhirat naik ke atas kedaton menjemput sang Sultan.