Tangannya Diborgol & Kenakan Rompi Merah, Mantan Jaksa Pakai Narkoba Dijebloskan ke Penjara

Terpidana oknum Jaksa pemakai narkoba di Ternate atas nama Stepanus Piter Imanuel tiba di Ternate setelah sekian lama kabur.

Penulis: Randi Basri | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com/Randi Basri
Mantan Jaksa yang jadi buron terjerat narkoba diamankan tim gabungan saat tiba di Bandara Sultan Baabullah Ternate, Jum'at (26/8/2022) 

TRIBUNTERNATE.COM- Terpidana oknum Jaksa pemakai narkoba di Ternate atas nama Stepanus Piter Imanuel tiba di Ternate setelah sekian lama kabur.

Kedua tangannya diborgol lalu dikawal ketat petugas setibanya di Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara, Jumat (26/08/2022) sekitar pukul 08:30 WIT dari Jakarta menggunakan maskapai Batik Air.

Stepanus Piter Imanuel ditangkap tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung-RI) usai ditetapkan sebagai DPO pada tanggal 10 Agustus 2022 karena tidak mematuhi putusan Kasasi Mahkaham Agung (MA) dengan Nomor : 2212 K/Pid.Sus/2022 tanggal 28 Juni 2022.

Sampai di Bandara Sultan Babullah Ternate, Terpidana Stepanus Piter Imanuel digiring langsung ke kantor Kejari Ternate sekitar pukul 09:46 WIT.

Dia mengenakan baju tahanan berwarna merah dan tangannya diborgol diarahkan ke ruang tahanan sesuai putusan Kasasi MA.

“Kita sudah eksekusi di kantor sebagaimana perintah tertuang dalam putusan MA,"kata Kasi Intel Kejari Ternate, Aan Syaeful Anwar kepada Tribunternate.com.

Baca juga: Oknum Jaksa Pemakai Narkoba di Ternate yang Buron Itu Berhasil Ditangkap di Jawa Barat

Baca juga: Berikut Keterangan Kajari Ternate Tentang Stepanus Peter Imanuel, Jaksa Pemakai Narkoba yang Kabur

Terpidana Stepanus Peter Imanuel, sebelumnya dituntut JPU Kejari Ternate 10 tahun penjara.

Namun  Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ternate menjeratnya 6 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar.

Karena merasa tidak  puas, bersangkutan ajukan banding  ke Pengadilan Tinggi (PT).

Upaya Banding tersebut justru lebih memperpanjang masalah karena masa hukuman bersangkutan diperpanjang.

Dimana MA mengeluarkan putusan  sebagaimana sebelumnya sesuai tuntutan JPU yaitu 10 tahun  penjara.

Ahirnya, masa hukuman terpidana dari 6 tahun menjadi 10 tahun penjara dan dikenakan denda Rp 3 miliar.

Ketentuannya apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 4 bulan. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved