Ampas Kelapa Berharga dari Halmahera Timur di Maluku Utara
Petani kelapa di Halmahera Timur berhasil mentulap limbah kelapa menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi secara kreatif.
Bahkan, jika Anda tinggal di daerah perkotaan, tinggal memantik kreativitas, maka seketika bisa mengubah sampah menjadi benda berharga.
Misalnya, pemanfatan limbah kertas, kardus, kulit kacang, kulit telur, kayu, serbuk gergaji, atau serutan kayu. Dengan sentuhan seni yang unik, seketika bisa menjadi barang bernilai jual.
Meningkatkan Bisnis
Melihat itu semua, pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan adalah wajib.
Selain menjaga kesinambungan bisnis, juga dimaksudkan agar meningkatkan pendapatan per kapita suatu daerah.
Grup MIND ID mempraktikkannya di Desa Geltoli, Kecamatan Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara yang kebetulan merupakan penghasil kelapa.
Tak kurang dari 26 warga setempat, yang sudah menerima manfaat langsung dari program tersebut.
Program dimulai dengam memberikan pelatihan proses produksi coconet lanjut ke proses produksi.
Selain itu, mereka juga diberi pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja. Terakhir, membangun fasilitas fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan.
Melalui program itu, grup MIND ID secara langsung telah menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan nilai tambah petani kelapa.
"Yang tak kalah penting, meningkatkan wawasan, produktivitas dan kemandirian masyarakat, "ujar Dany Amrul Ichdan.
Cocofiber dan Coconet
Sekilas tentang cocofiber dan coconet. Pada tahap awal, program pengolahan kelapa terpadu hanya fokus pada pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi produk Cocofiber dan Coconet.
Tahapan proses kegiatan meliputi pelatihan awal pemanfaatan serabut kelapa, persiapan lokasi, pemasangan sarana dan sarana penunjang, pembentukan kelompok kerja, evaluasi hasil produksi dan pendampingan.
Coconet adalah produk jaring yang dibuat dari limbah kelapa yang cukup melimpah. PT Antam Tbk, salah satu anak perusahaan MIND ID, biasa memakainya untuk keperluan reklamasi di tebing yang curam.