Ampas Kelapa Berharga dari Halmahera Timur di Maluku Utara
Petani kelapa di Halmahera Timur berhasil mentulap limbah kelapa menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi secara kreatif.
Pada tahun 2019, sudah ada empat kegiatan utama yang dilaksanakan yaitu pelatihan proses produksi Coconet, pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja.
Realisasi produksi coconet rata-rata per bulan sebanyak 125-130 rol. Peningkatan jumlah produksi coconet juga dipesan dari luar Halmahera Timur.
Strategi pemasaran coconet juga sudah dilakukan di luar wilayah Halmahera Timur. Kini petani kelapa di kawasan Buli bisa menghasilkan pendapatan tambahan di luar pemasukan lain rata rata Rp 2.000.000 per bulan.
Melalui diversifikasi, rencana pengembangan produk olahan kelapa terpadu pada tahun 2020 dibagi menjadi empat produk, yang memiliki nilai jual cukup tinggi yaitu coconut chip, coconut flakes, coconut flour, dan dessicated coconut.
Baca juga: Petani di Halmahera Utara Ancam Gelar Aksi Jika Harga Kopra Turun Lagi
Program dengan kode emiten ANTM ini pun akhirnya keluar sebagai juara dalam kategori sustainability atas inovasinya yang berjudul "Utilization of Coconut Waste into Coconet and Cocopeat."
Program sejenis terus dikembangkan di Grup MIND ID yang beranggotakan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero) dan PT Timah Tbk.
"Penghargaan atas praktik program Inovasi Pemberdayaan Masyarakat ini adalah indikasi, kami telah melangkah di jalur yang benar, "tegas Dany.