Ini Penjelasan Pengamanat Ekonomi Muchtar Adam, Atas Dampak Kenaikan Harga BBM di Maluku Utara
Ada beberapa masalah atas imbas kenaikan harga BBM di Maluku Utara, dari putus pendidikan di perguruan tinggi hingga peningkatan anak kekurangan gizi.
Penulis: Laode Havidl | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM - Pengamat Ekonomi Universitas Khairun atau Unkhair Ternate, Muchtar Adam menjelaskan bahwa dampak kenaikan BBM, bakal ada anak petani yang tidak bisa melanjutkan kuliah.
"Saya memprediksi mahasiswa bakal putus kuliah, karena mereka merupakan anak petani, karena saat ini harga kopra turun, kebutuhan lain semuanya naik, "ungkap Muchtar Adam, Kamis (8/9/2022).
Maka saat ini, lanjut Muchtar Adam, yang perlu dipikirkan, berapa anak petani yang harus dilindungi oleh pihak kampus.
"Berapa baesiswa yang akan diberikan, agar dapat membantu anak petani tersebut, hal ini perlu dipikirkan oleh pihak kampus, untuk menyelamatkan mereka yang terancam putus kuliah, "jelasnya.
Baca juga: DPW PAN Usulkan 4 Nama ke DPP Sebagai Cagub dan Cawagub Maluku Utara, Ada Nama Edi Langkara Juga Loh
Hal ini menjadi krusial, yang perlu dipikirkan oleh pemerintah saat ini, tolong pemerintah daerah jangan anggap kenaikan BBM ini hal yang kecil.
"Karena dari hal-hal kecil, bakal mengakar menjadi besar, dan bakal mengakibatkan masyarakat kita, dalam keadaan terpuruk."
"Sudah seharusnya pemerintah dapat membaca problematika, yang akan terjadi di Maluku Utara, setelah adanya kenaikan BBM, "pintanya.
Tak hanya itu, Muchtar Adam juga mengungkapkan, Maluku Utara juga akan terjadi peningkatan anak kekurangan gizi dan lainnya.
Baca juga: Tak Punya Anggaran, Perekaman KTP di Sejumlah Kecamatan di Morotai Belum Dilayani
"Dampak dari kenaikan BBM ini sangat luas, dari level yang paling kecil hingga level paling besar, semuanya bakal kena dampak dari kenaikan BBM, "ujarnya.
Solusinya, pemerintah daerah harusnya menyuarakan hal ini, pada pemerintah pusat bahwa daerah, tidak dalam keadaan baik-baik saja.
"Harus turunkan harga BBM, jika tidak banyak problem, yang ada terjadi pada rakyat kita, "tandasnya. (*)