Kamis, 16 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gempa Bumi Turki Suriah

JPMorgan: Kerugian Ekonomi akibat Gempa Bumi Turki-Suriah Capai 25 Miliar Dolar AS

Gempa bumi dahsyat magnitudo 7.8 yang mengguncang Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023) lalu menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.

AFP/LOUAI BESHARA
Puing-puing bangunan di kota tua Aleppo, Suriah pada 7 Februari 2023 setelah gempa mematikan bermagnitudo 7.8 mengguncang sebagian wilayah Turki dan Suriah. 

TRIBUNTERNATE.COM - Gempa bumi dahsyat magnitudo 7.8 yang mengguncang Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023) lalu menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.

Analis JPMorgan telah memberikan perkiraan besarnya kerugian ekonomi akibat gempa tersebut.

Pada Kamis (16/2/2023) kemarin, JPMorgan menyebut bahwa kerugian ekonomi akibat gempa bumi yang menghancurkan Turki diprediksi mencapai 25 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

JPMorgan juga memperingatkan, kerusakan tersebut 'membawa implikasi ekonomi yang berarti' dan kira-kira setara dengan 2,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu.

Dikutip dari laman Russia Today, Jumat (17/2/2023), JPMorgan memperkirakan bank sentral Turki akan memangkas suku bunga sebesar 100 basis poin lagi menjadi 8 persen pada pertemuan minggu depan.

Layanan finansial yang berbasis di AS itu mencatat, pihak berwenang mengisyaratkan pemotongan lebih lanjut bahkan sebelum terjadinya gempa bumi.

"Kami tidak mengesampingkan penurunan suku bunga lebih lanjut menjelang pemilihan yang semula dijadwalkan pada 18 Juni mendatang."

"Namun, kami meyakini bahwa suku bunga kebijakan saat ini kurang relevan karena rusaknya mekanisme transmisi kebijakan moneter di Turki," kata para analis.

Aerial view dari bangunan yang runtuh selama operasi pencarian penyelamatan yang berlangsung di Hatay, tenggara Turki, pada 8 Februari 2023, dua hari setelah gempa kuat melanda wilayah tersebut.
Aerial view dari bangunan yang runtuh selama operasi pencarian penyelamatan yang berlangsung di Hatay, tenggara Turki, pada 8 Februari 2023, dua hari setelah gempa kuat melanda wilayah tersebut. (AFP)

Baca juga: H+11 Gempa Bumi di Turki dan Suriah: Jumlah Korban Tewas Capai 43.844 Jiwa

Baca juga: WHO Sebut Gempa Turki dan Suriah Awal Februari 2023 Ini Terburuk dalam Satu Abad Terakhir

Baca juga: Pria Turki Viral Pegang Tangan Putrinya yang Tertimbun Reruntuhan: Dia Tak Sempat Selamatkan Diri

Baca juga: Ribuan Bangunan Hancur akibat Gempa Bumi Turki dan Suriah, Pakar: Konstruksinya Tak Penuhi Standar

Turki dan negara tetangganya, Suriah, dilanda gempa dahsyat dengan magnitudo 7,8 pada awal Februari lalu, dengan jumlah korban tewas gabungan saat ini diperkirakan mencapai 41.000 orang.

Jutaan orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, dan banyak juga yang terpaksa kehilangan tempat tinggal setelah ribuan bangunan hancur. 

Namun, skala kehancuran saat ini masih dinilai dan pihak berwenang Turki belum merilis angka resminya.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada akhir pekan lalu, Konfederasi Perusahaan dan Bisnis Turki memperkirakan bahwa kerusakan mencapai 80 miliar dolar AS atau sekitar 10 persen dari PDB, dengan sebagian besar biaya atau sekitar 70 miliar dolar AS diakibatkan oleh hilangnya tempat tinggal.

Sebelumnya pada Kamis kemarin, Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (EBRD) menghitung dampak ekonomi potensial menjadi kurang parah, yakni sekitar 1 persen dari PDB Turki.

Hal itu karena dorongan yang diharapkan dari upaya rekonstruksi.

EBRD mencatat bahwa gempa tersebut mempengaruhi sebagian besar wilayah pertanian dan wilayah dengan manufaktur ringan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved