Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

BKKBN Malut

Kepala BKKBN RI Hadiri Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting di Maluku Utara

Kepala BKKBN RI sempatkan waktu untuk hadiri Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting di Maluku Utara

|
Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Istimewa
PROGRAM: Rakor TPPS Provinsi dan Kabupaten se Maluku Utara, dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, M Al Yasin, Jumat (24/2/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Kepala BKKBN RI, Dr. (Hc). Dr. Hasto Wardoyo, SP.Og (K), melakukan kunjungan kerja ke Maluku Utara.

Guna menyampaikan strategis, yang dilakukan pemerintah untuk mencegah dan menurunkan angka Stunting.

Dalam rangka mewujudkan Generasi Emas tahun 2045, pada Rapat Koordinasi ( Rakor ) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi dan Kabupaten/Kota se Provinsi Maluku Utara.

Pada kesempatan itu Dokter Hasto menyampaikan, transisi demografi di Indonesia yang ditandai dengan penurunan fertilitas.

Baca juga: Sejumlah OPD Mendatangani Perjanjian Capaian Kinerja Tahun 2023 Bersama BKKBN Provinsi Maluku Utara

Yang tajam akibat ibu/bapak ber-KB , dengan dibarengi penurunan mortalitas telah merubah struktur dan komposisi penduduk Indonesia, yang menghasilkan Bonus Demografi.

"Akibat bonus demografi ini, maka masuklah kita pada suatu keadaan Window of Opportunity atau ada peluang untuk menjadi kaya, karena yang bekerja banyak yang makan sedikit."

Akan tetapi, Bonus Demografi tidak lama hanya sampai tahun 2035. Hal itu disebabkan banyak orang-orang usia produktif menjadi tua."

"Oleh karena itu, kita diingatkan bahwa generasi muda sekarang harus hebat, kalau tidak hebat bebannya akan berat menjelang Indonesia emas."

"Itulah makna kenapa kita harus tidak Stunting, harus cerdas agar bisa berdaya saing pada masa Indonesia emas nanti, "jelasnya.

Foto bersama usai Rakor TPPS Provinsi dan Kabupaten se Maluku Utara
Foto bersama usai Rakor TPPS Provinsi dan Kabupaten se Maluku Utara

Menurutnya, masalah di Indonesia bukan hanya Stunting, akan tetapi ada masalah lain yaitu Mental Emotional Disorder.

Di mana suatu keadaan yang mengindikasikan individu, mengalami suatu perubahan emosional yang dapat berkembang menjadi keadaan patologis terus berlanjut.

Sehingga perlu dilakukan antisipasi agar kesehatan jiwa masyarakat tetap terjaga. Tahun 2023 prevalensi Stunting ada apa angka 21,6 persen sedangkan Mental Emotional Disorder berada pada angka 9,8 persen.

"Oleh karena itu remaja menjadi kunci utama, sebagai penentu Bonus Demografi di masa mendatang."

"Kalau remajanya hebat seperti Generasi Berencana (GenRe) itu, akan mampu berdaya saing dalam menghadapi genarasi emas tahun 2045."

"Namun kalau remajanya sudah putus sekolah, kawin usia dini dan hamil jaraknya terlalu dekat, maka indonesia akan sulit untuk mencapai Bonus Demografi, "ucapnya.

Kepala BKKBN RI, Dr. (Hc). Dr. Hasto Wardoyo, SP.Og (K)
Kepala BKKBN RI, Dr. (Hc). Dr. Hasto Wardoyo, SP.Og (K) saat lakukan pemaparan belum lama ini
Halaman
123
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved