Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Ada 1.300 Pohon di Morotai, Fauzi Abd Aziz Ingin Bikin Minyak Goreng Curah dari Kelapa Bido

Karena memiliki 1.300 pohon, Kades Ngele-ngele Morotai ingin bikin minyak goreng curah dari kelapa bido

Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Fizri Nurdin
INOVASI: Kades Ngele-ngele, Fauzi Abd Aziz saat diwawancarai di kebun Kelapa Bidonya, Senin (20/3/2023). Di mana ia berencana mengolah Kelapa Bido jadi Minyak Kelapa Curah. 

TRIBUNTERNATE.COM, MOROTAI - Kepala Desa Ngele-ngele Besar, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Fauzi Abd Aziz.

Berkeinginan menjadikan potensi alam Pulau Morotai yakni Kelapa Bido, sebagai bahan utama minyak goreng curah.

Sebab Kelapa Bido milik pribadinya saja, kurang lebih ada 700 pohon, rata-rata sudah berbuah.

Ditambah warga setempat, juga menanam kelapa tersebut, di pekarangan rumah mereka.

Baca juga: Profil Fauzi Abd Aziz, Kades Ngele-ngele Besar Morotai yang Dulunya Sopir dan Jual Besi Putih

Sehingga ini menjadi tujuan utamanya, untuk mengelola kepala tersebut menjadi minyak goreng curah.

"Jumlah jumlahnya yang banyak, saya berpikir untuk diolah menjadi minyak goreng curah."

"Mesin olahan saya sudah pesan, beberapa bulan lagi akan tiba, kan ini semisalnya berjalan lancar."

"Maka warga khususnya di desa saya, akan miliki penghasilan lewat inovasi ini, "cetusnya, Senin (20/3/2023).

Bahkan ratusan Kelapa Bido-nya, banyak orang penasaran hingga datang di Desa Ngele-ngele.

"Semenjak kita kembangkan Kelapa Bido di desa ini, banyak orang luar yang datang."

"Tujuan mereka berwisata, sekaligus membeli bibit Kelapa Bido, "ungkapnya.

Dijelaskannya, saat ini jumlah Kelapa Bido yang tumbuh sekitar 1.300 pohon lebih.

"Jadi setiap rumah disini, saya minta tanam satu atau dua pohon di halaman rumah."

"Ada kurang lebih 600 pohon, tersebar di rumah-rumahan warga."

"Dan 700 pohon saya coba kembangkan, di lahan saya seluas 4 hektar."

Baca juga: Sejarah Singkat Lahirnya Desa Yayasan di Morotai, Lokasi yang Dahulu Jadi Tempat Penampungan Kopra

Kata dia, rencana ini tentunya tak main-main, semuanya sudah dipersiapkan secara matang.

"Keinginan besar saya, minyak yang kita hasilkan dari Kelapa Bido, bisa sampai di ekspor."

"Intinya semua upaya yang dilakukan ini, semata-mata untuk memberdayakan warganya terutama ibu-ibu, "pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved