Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Rencana Diadakan Festival, Ini Potensi Wisata yang Dimiliki Desa Ngele-ngele Besar Morotai

Karena mau rencana diadakan festival 2023, ini potensi wisata yang dimiliki Desa Ngele-ngele Besar Morotai

|
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Fizri Nurdin
EVENT: Desa Ngele-ngele Besar, salah satu desa yang masuk dalam pengembangan wisata oleh Pemkab Morotai, Senin (20/3/2023). Di mana Kades Ngele-ngele Besar, Fauzi Abd Aziz mengaku akan membuat festival tersebut. 

TRIBUNTERNATE.COM, MOROTAI - Bicara soal wisata, Pulau Morotai memang menjadi.

Salah satu Kabupaten di Provinsi Maluku Utara, yang memiliki potensi di bidang tersebut.

Bahkan hampir setiap desa di Pulau Morotai, memiliki potensi wisata menarik di mata wisatawan.

Salah satunya Desa Ngele-ngele Besar. Desa yang terletak di Kecamatan Morotai Selatan Barat ini.

Baca juga: Ada 1.300 Pohon di Morotai, Fauzi Abd Aziz Ingin Bikin Minyak Goreng Curah dari Kelapa Bido

Memiliki pantai yang indah, yang dapat memanjakan mata pengunjung.

Sebagai Desa Kepulauan, dengan luas wilayah 1.200 hektar, sepanjang pantai dikelilingi pasir putih.

Walau memiliki wilayah yang luas, Desa Ngele-Ngele Besar hanya dihuni 354 jiwa, dan hanya memiliki 58 rumah.

Tribunternate.com, Kades Ngele-ngele Besar, Fauzi Abd Aziz mengatakan.

Pemdes dan wargan menyambut baik, pencana pemerintah menjadikan desanya, sebagai salah satu destinasi wisata.

Rencana besar ini, lanjutnya, tentunya tak akan disia-siakan. Olehnya itu, ia berusaha menggarap setiap potensi.

Yang ada di desanya, untuk mendukung program pemerintah tersebut.

"Alhamdulillah rencananya, akan digelar Festival Ngele-ngele Besar 2023."

"Kemarin saya juga sudah diundang Kadis Pariwisata, untuk mengagendakan pariwisata ngele-ngele."

"Dan buka Festival Ngele-Ngele Besar, dan itu akan dilaksanakan, "bebernya.

Menurutnya, potensi wisata Desa Ngele-Ngele Besar cukup banyak, yang bisa dikembangkan.

"Kita punya pantai yang indah, pemandangan bawah laut juga bagus."

"Kita punya Kelapa Bido juga yang jumlah 1.200 pohon, itu yang nanti kita coba kelola, untuk kepentingan pariwisata, "ujarnya.

Dijelaskannya, dirinya juga sudah menyiapkan kelompok IKM, yang terdiri dari anggota PKK.

Untuk membuat sejumlah makanan ringan atau padanan, yang bisa dijual ke pengunjung.

"Ibu-ibu PKK disini punya kreasi sendiri, dari hasil tangan mereka ada kripik Amo (sukun), keripik pisang, ditambah dengan permen pepaya."

"Disini, pengunjung juga bisa mendapatkan ikan dasar maupun ikan asin, yang dijual warga setempat."

"Disini juga sudah ada homestay dari warga. Itu artinya, dengan sendirinya warga sudah sadar."

"Bahwa, hidup di daerah wisata harus seperti ini, dan Alhamdulillah mereka siap menyambut festival, "tegasnya.

Untuk mata pencarian warga Desa Ngele-ngele Besar, sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, dan pekerja swasta di PT MMC.

"Ibu dan anak-anaknya yang sudah selesai sekolah, atau yang putus sekolah, kerja di perusahan, dan bapaknya nelayan."

Menurut Bul (sapaan,red), Desa Ngele-ngele Besar juga mendapat dukungan dana, dari PT MMC melalui dana CSR.

Dari segi fasilitas pendidikan, juga tak kalah komplit. Di mana PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA.

Baca juga: Profil Fauzi Abd Aziz, Kades Ngele-ngele Besar Morotai yang Dulunya Sopir dan Jual Besi Putih

Sehingga angka anak putus sekolah, di desa ini terbilang sangat sedikit.

"Kita juga punya pelayanan kesehatan di yaitu Pustu. Untuk program desa sendiri."

"Kita dalam seminggu Baksos dua kali, yaitu Jumat bersih dan minggu bakti umum, "pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved