Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatanw

Begini Kronologi Video Viral Siswi SD di Halmahera Selatan yang Dibully

Masyarakat Halmahera Selatan, dihebohkan dengan sebuah video berdurasi 2 menit 50 detik, memuat aksi perundingan atau bullying

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Mufrid Tawary
zoom-inlihat foto Begini Kronologi Video Viral Siswi SD di Halmahera Selatan yang Dibully
Tribunternate.com
Tangkap layar video aksi bully terhadap salah seorang siswi SD di Halmahera Selatan, Minggu (28/5/2023).

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN- Masyarakat Halmahera Selatan, Maluku Utara, dihebohkan dengan sebuah video berdurasi 2 menit 50 detik, memuat aksi perundingan atau bullying terhadap seorang siswi SD.

Video tersebut viral di media sosial dan menuai sorotan publik. Aksi tak baik yang dipertontonkan sejumlah siswi ini, terjadi pada Jumat 26 Mei 2023.

Informasi yang diperoleh TribunTernate.com, korban dari aksi bully tersebut merupakan siswi SD dari Yayasan Alkhairat Labuha. Sedangkan beberapa pelakunya, siswi dari SDN 68 Labuha Kecamatan Bacan.

Aksi bully ini dipicu oleh biaya perbaikan sepeda yang tak ditunaikan korban.

Awalnya, korban diam-diam membawa sepeda milik salah satu pelaku. Namun belakangan, sepeda yang ditunggangi korban, diketahui alami kerusakan.

Korban lalu diminta membayar biaya kerusakan sepeda. Tak tanggung-tanggung, korban menjanjikan ganti rugi uang tunai Rp 100 ribu. Janji tersebut, disampaikan korban ke pelaku sudah tiga kali.

Baca juga: Hendak Ambil Paket Ganja di Ekspedisi, Pria Halmahera Selatan Ini Tak Berkutik Saat Diamankan Polisi

Namun, pelaku yang sudah tak tahan dengan janji korban, mengajak dua temannya untuk mencari korban di sekolah. Saat korban ditemukan, mereka lalu meminta korban memberikan uang Rp 100 ribu sebagaimana janjinya.

Tetapi, korban tak memiliki uang sebanyak itu, salah satu pelaku lalu naik pitam dan menghajar korban. Selain dihajar, dalam video itu korban juga dibully. Kalimat-kalimat tak sedap pun keluar dari mulut para pelaku.

Korban hanya terlihat diam tanpa melawan, meski air matanya sudah mengalir karena berulang kali kena hajar dan bully.

Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Selatan Saifun Radjulan membenarkan aksi bully tersebut. Ia mengaku sudah menyelesaikan masalah ini pada Sabtu 27 Mei 2023 kemarin.

Safiun juga mengatakan, telah meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPA-KB) Halmera Selatan untuk lakukan pendampingan terhadap korban.

“Saya sudah selesaikan, jadi tidak perlu di polemikkan lagi. Saya juga sudah minta DPPPA-KB untuk melakukan pendampingan terhadap korban,” ujar Safiun di salah satu grup WahatsApp yang dilihat TribunTernate.com, Minggu (28/5/2023).

Safiun menambahkan bahwa dalam peristiwa perundungan atau bullying terhadap salah seorang siswi itu, pihak sekolah dan wali kelas akan diperiksa.

“Iya ini nanti wali kelas dan Kepala Sekolahnya diperiksa. Karena ini ada dua sekolah,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved