Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Darul Hunafa Weda, BIMAGO Gontor di Hutan Belantara Halmahera

Darul Hunafa Weda, BIMAGO Gontor di Hutan Belantara Halmahera, Maluku Utara

Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Muhammad Husain Sanusi
PENDIDIKAN: Foto bersama pendiri dan santri Yayasan Pendidikan islam Darul Hunafa Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Selasa (30/5/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, WEDA - Ustadz Anas Salim memulai petualangan hidupnya pada tahun 1999 untuk belajar di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, dengan berbagai keterbatasan.

Satu-satunya modal paling berharga adalah semangat membara yang dikobarkan ke dalam jiwanya oleh Almarhum Ustadz Haka Sofola, yang tak lain adalah pamannya.

Sang Paman adalah tokoh sederhana di Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Mengenyam pendidikan di Gontor selama lima tahun sejak 1969. Ustadz Haka Sofola selama nyantri dididik langsung Mu’assis Pondok Gontor, KH. Ahmad Sahal dan KH. Imam Zarkasyi.

Baca juga: Jadi Tuan Rumah Bukber IKPM Gontor Maluku Utara, M Rahmi Husain Cerita Suka Duka Mondokkan Anak

Dalam diri Ustadz Haka mengalir jiwa-jiwa keikhlasan dan kesederhanaan yang beliau bawa hingga akhir hayatnya.

Weda adalah daerah terpencil di Pulau Halmahera, secara geografis penduduk Weda tinggal di pesisir pantai dengan rumah-rumah kayu panggung di atas air laut.

Sekeliling rumah warga dulunya hutan bakau yang kini banyak diurug tanah dan bebatuan dari pegunungan dijadikan bangunan permanen batu bata.

Disitulah keluarga besar Ummaywal tinggal termasuk keluarga Ustadz Haka Sofola dan Ustadz Anas Salim.

Daratan Weda adalah hutan belantara berisikan kayu-kayu besar. Masyarakat sekitar menyebutnya kayu besi. Perkebunan kelapa/kopra/ dan tanaman Pala juga ada, hasil dari eksplorasi hutan yang dibuka warga Weda.

Ustadz Haka Muda mengenal Gontor saat datang seorang Ustadz yang baru pulang dari Gorontalo pada tahun 60 an.

Sang Ustadz mengajar di Weda usai belajar dari KH. Imam Badri yang kala itu diutus Kiai Sahal dan Kiai Imam Zarkasyi untuk mengabdi dan berdakwah ke Gorontalo.

Dari cerita ustadz dari Gorontalo itu, Ustadz Haka muda minat mondok ke Gontor. Namun beliau mengalami keterbatasan ekonomi untuk belajar ke Gontor.

Namun tekadnya kuat, Ustadz Haka muda berjuang masuk ke hutan belantara Halmahera Tengah membawa kapak mencari kayu besi.

Selama kurang lebih satu tahun beliau keluar masuk hutan mengumpulkan kayu besi.

Setelah dirasa cukup, kayu besi diangkut ke kapal kayu milik nelayan dan pedagang asal Buton yang biasa sandar di pesisir pantai Weda.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved