Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sofifi

Disnakertrans Ajak Anak Muda Maluku Utara Jadi Pekerjaan Migran

Disnakertrans Maluku Utara mengajak pemuda/pemudi Maluku Utara menjadi Pekerjaan Migran Indonesia (PMI).

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
Kepala Disnakertrans Maluku Utara, Marwan Polisiri bersama Kadis Ketenagakerjaan Ternate mengunjungi BP2MI untuk menindaklanjuti kerja sama Pekerja Migran Indonesia (PMI) , ke Arab Saudi, Jepang, Korea, Taiwan dan Jerman. 

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI-Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Maluku Utara  mengajak pemuda/pemudi Maluku Utara menjadi Pekerjaan Migran Indonesia (PMI).

Kepala Disnakertrans Maluku Utara,   Marwan Polisiri kepada Tribunternate.com mengatakan, pihaknya telah bertemu  dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP2MI) hari ini di Jakarta.

"Dalam pertemuan tersebut kita baru menjajaki dengan BP2MI, agar bagimana bisa mengajak pemuda/pemudi Maluku Utara untuk berani keluarga negeri (Taiwan, Korea, Jepang, Jerman dan Arab Saudi," ucap dia, Kamis (27/7/2023).

Namun menurut dia, pihaknya dengan menghitung waktu masa Gubernur Maluku Utara yang sudah mulai berakhir nanti, maka akan duluan  bekerja sama dengan negara Arab Saudi.

"Jadi September dan November itu akan diberangkatkan pemuda/pemudi dengan status baru lulus SMA dan S1 Perguruan Tinggi," ujarnya.

Baca juga: Panja LHP BPK Tahun 2022 Bahas Temuan Kelebihan Bayar BBM di Biro Umum Pemprov Maluku Utara

Lanjut dia, maka dari itu pihaknya ditahun ini harus dulun menjajaki dengan pihak BP2MI agar diberangkatkan ke Arab Saudi, kemudian di tahun 2024 baru mulai diberangkatkan lagi ke dua negara lainnya.

"Tetapi dalam perwakilan Maluku Utara menjajaki ini dengan membawa Kota Ternate dan Halmahera Utara," jelasnya

"Karena Kota Ternate itu sudah bisa membuat ID paspor keluarga negeri dan paling siap," sambungannya.

Dia menambahkan, langka pihaknya ini agar bagimana pemuda/pemuda Maluku Utara bisa terbiasa dengan bekerja diluar negeri.

"Ini juga sebagai kesiapa mental pemuda/pemuda kita, agar adanya main ika diluar negeri saja bisa bekerja, berarti bekerja di perusahaan IWIP dan Harita pasti lebih bisa," pungkasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved