Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Potensi Desa Morotai

WCS Internasional Kagumi Keindahan Bawah Laut Desa Posi-Posi Rao Morotai

Berkunjung ke Desa Posi-Posi Rao Morotai, Wildlife Conservation Society (WCS) Internasional kagumi keindahan bawah laut

|
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Munawir Taoeda
Dok Pemdes Posi-Posi Rao
POTENSI DESA: Tim Wildlife Conservation Society (WCS) Internasional.Mereka dari berbagai negara, yakni WCS Amerika Serikat atas nama Jada Tullos, WCS Singapura, atas nama Boon Pei Ya, WCS Indonesia atas nama Anis Budiayu, Tardi, Wedi Andika dan Aisya Jaya. Saat berkunjung di Desa Posi-posi Rao, Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara untuk melihat langsung wisata yang di miliki Posi-posi Rao, dengan melakukan Snorkeling, Kamis (14/9/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, MOROTAI - Kades Posi-Posi Rao, Junsman Makienggung mengatakan.

Pada Selasa (12/9/2023), Desa Posi-Posi Rao kedatangan tamu dari Wildlife Conservation Society (WCS).

Mereka dari berbagai negara ialah WCS Amerika Serikat, WCS Singapura dan WCS Indonesia.

WCS Indonesia program bekerja sama, dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku.

Baca juga: Beragam Kultur, Dua Desa di Morotai Jadi Kampung Moderasi Beragama

Dalam mendukung pengelolaan Kawasan Konservasi di Daerah.

Tujuannya rombongan ini tidak lain untuk melihat langsung, pesona alam Desa Posi-Posi Rao.

"Jadi kemarin itu ada WCS berkunjung, mereka mau lihat langsung pesona bawah laut, "katanya, Kamis (14/9/2023).

Menurutnya, kehadiran mereka karena penasaran saat melihat dari Medsos keindahan alam Desa Posi-Posi Rao.

"Mereka penasaran apakah benar sesuai dengan pemberitaan melalui media selama ini?."

Tim Wildlife Conservation Society (WCS) Internasional.Mereka dari berbagai negara, yakni WCS Amerika Serikat atas nama Jada Tullos, WCS Singapura, atas nama Boon Pei Ya, WCS Indonesia atas nama Anis Budiayu, Tardi, Wedi Andika dan Aisya Jaya. Saat berkunjung di Desa Posi-posi Rao, Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara untuk melihat langsung wisata yang di miliki Posi-posi Rao, dengan melakukan Snorkeling, Kamis (14/9/2023)
Tim Wildlife Conservation Society (WCS) Internasional.Mereka dari berbagai negara, yakni WCS Amerika Serikat atas nama Jada Tullos, WCS Singapura, atas nama Boon Pei Ya, WCS Indonesia atas nama Anis Budiayu, Tardi, Wedi Andika dan Aisya Jaya. Saat berkunjung di Desa Posi-posi Rao, Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara untuk melihat langsung wisata yang di miliki Posi-posi Rao, dengan melakukan Snorkeling, Kamis (14/9/2023) (Dok Pemdes Posi-Posi Rao)

"Dan ternyata setelah mereka snorkeling dan melihat langsung alam bawah laut, mereka langsung kagum."

"Mereka lighat keindahan terumbu karang, yang masih baik semua, "ungkapnya.

WCS asal Singapura atas nama Boon Pei Ya mengaku senang, karena dengan kehadiran timnya.

WCS dan pemandu wisata Desa Posi-Posi Rao
Tim Wildlife Conservation Society (WCS) Internasional.Mereka dari berbagai negara, yakni WCS Amerika Serikat atas nama Jada Tullos, WCS Singapura, atas nama Boon Pei Ya, WCS Indonesia atas nama Anis Budiayu, Tardi, Wedi Andika dan Aisya Jaya. Saat berkunjung di Desa Posi-posi Rao, Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara untuk melihat langsung wisata yang di miliki Posi-posi Rao, dengan melakukan Snorkeling, Kamis (14/9/2023)

Dapat membantu dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) di Desa Posi-Posi Rao.

"Dia mengatakan pengelola wisata (pemandu,red) harus dilatih berbahasa Inggris."

"Agar dengan mudah berkomunikasi dengan para turis, dalam menawarkan produk, "katanya menyampaikan permintaan WCS itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved