Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sofifi

Pemprov Maluku Utara Rakor Percepatan Penurunan Stunting

Bersama instansi/OPD terkait, Pemprov Maluku Utara kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan penurunan Stunting

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Munawir Taoeda
RAKOR: Kantor Gubernur Maluku Utara. Di mana Pemprov Maluku Utara kembali menggelar Rakor percepatan penurunan Stunting bersama instansi/OPD terkait, Kamis (5/10/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Kamis (5/10/2023), Pemprov Maluku Utara gelar Rakor dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting.

Rakor yang dipimpin Wakil Gubernur Maluku Utara, M Al Yasin Ali itu berlangsung di ruang rapat kantor Gubernur Maluku Utara lantai 4.

Informasi yang dihimpun TribunTernate.com, Rakor diikuti perwakilan Danrem Maluku Utara.

Perwakilan Polda Maluku Utara, Kepala Dinas Kesehatan, Plt Kepala Dinas Sosial serta perwakilan OPD.

Baca juga: Polisi dan KPU di Taliabu Bahas Persiapan Deklarasi Damai dan Simulasi Sispam Jelang Pemilu 2024

Pada kesempatan itu M Al Yasin Ali mengatakan, peran Pemerintah Daerah dan Desa merupakan ujung tombak dari penanganan Stunting.

Terlebih pemerintah kabupaten/kota dan memiliki peran vital karena bersentuhan langsung dengan masyarakat di level akar rumput.

Dalam penanganan dan menekan angka Stunting, Pemprov Maluku Utara telah melakukan difusi inovasi.

Di mana inovasi dalam percepatan penurunan Stunting, telah banyak di kembangkan.

Dan tersebar di berbagai OPD mulai tingkat provinsi, hingga tingkat kabupaten/kota.

"Saya berharap penurunan Stunting terus di lakukan, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dalam memanfaatkan potensi di daerah."

"Dan saya ingin kompetensi SDM ditingkatkan, terutama kompetensi dalam hal gizi pangan, "pintanya.

Pemerintah Pusat katanya, terus berkomitmen untuk membebaskan generasi muda Indonesia dari Stunting.

Untuk Maluku Utara sendiri, prevelensi Stunting dari 26,01 persen di targetkan turun menjadi 14 persen sebelum tahun 2024.

Berdasarkan data Kemenkes, prevalensi angka Stunting Maluku Utara di tahun 2022 berada pada 26,1 persen.

Artinya masih diatas rata-rata nasional yaitu 21,6 persen, sehingga Pemerintah Daerah baik Gubernur dan Bupati/Wali Kota.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved