Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Memahami Rahmatan Lil 'Alamin, dan ketidak Selarasan Antara Ucapan-Tindakan di Sebagian Komunitas NU

Kata KH. Imam Jazuli, sifat munafik sangat membahayakan persatuan dan kesatuan umat muslim

Editor: Munawir Taoeda
Dok Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri
MOTIVASI: KH. Imam Jazuli, Lc. MA: Memahami rahmatan Lil 'Alamin, dan ketidak selarasan antara ucapan-tindakan di sebagian komunitas NU, Rabu (11/10/2023). 

Terlepas dari perbedaan pendapat di atas, sabda Rasulullah Saw bertalian dengan firman Allah SWT.

Perang Tabuk juga terjadi pada tahun 630 Masehi, setelah Rasulullah hijrah ke Madinah.

Artinya, saat itu Rasulullah sudah berhadapan dengan kaum munafik Madinah.

Kemunafikan Kontemporer

Zaman terus berlalu. Umat manusia pun secara kolektif bersepakat pada satu nilai ideal dan universal yang sama, yaitu: persaudaraan, persatuan dan perdamaian.

Namun, nyatanya hingga hari ini Eropa yang notabene negeri kafir juga berperang satu sama lain; selangkah lagi menuju perang nuklir.

Begitu pun dengan negara-negara Timur Tengah yang notabene negara-negara berpenduduk mayoritas muslim.

Nyatanya, mereka juga sama saja. Perang dan pertumpahan darah terus terjadi, dan terbentang depan mata.

Semuanya disebabkan slogan dan jargon kosong tentang persaudaraan, persatuan dan perdamaian.

Bangsa Indonesia nyaris dijangkiti penyakit yang hampir sama, yaitu penyakit kemunafikan.

Hampir di setiap ada panggung ceramah keagamaan, nilai-nilai universal seperti moderat (tawasut), seimbang (tawazun), toleransi (tasamuh), dan keadilan ('adalah) menjadi tema-tema yang melangit.

Disebut melangit karena tawasut, tawazun dan tasamuh tidak membumi menjadi prilaku keseharian, khususnya elite hingga warga Nahdliyyin.

Nyatanya Kebencian dan permusuhan selalu digaungkan baik sesama Nahdiyyin apalagi dengan non-nahdiyyin.

Media massa dan setiap pemberitaan mempertontonkan bagaimana jama'ah Nahdliyyin berkonflik satu sama lain ataupun dengan Jamaah lain yang berbeda Ideologi keagamaan.

Tidak berlebihan jika mengatakan; hari ini slogan Rahmatan Lil 'Alamin hendak menjelma menjadi isapan jempol belaka bahkan tanda kemunafikan kontemporer.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved