Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Pemkab Halmahera Selatan Alokasi Rp 33 Miliar untuk Enam Paket Proyek Penanganan Bencana Alam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 33 miliar untuk membiayai enam paket proyek penanganan darurat

|
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
ANGGARAN: Plt Kepala BPBD Halmahera Selatan Aswin Adam. Ia mengatakan pihaknya mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 33 miliar untuk 6 paket proyek penanganan bencana alam, Rabu (18/10/2023). 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Pemkab Halmahera Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 33 miliar untuk membiayai enam paket proyek penanganan darurat bencana alam, yang sementara jalan.

Uang puluhan miliar tersebut, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD) 2023 yang sudah disetujui DPRD dan pemerintah daerah.

Plt Kepala BPBD Halmahera Selatan Aswin Adam mengatakan anggaran enam paket proyek tersebut terseber di sejumlah desa.

Dua diantaranya adalah desa Panamboang di Bacan Selatan dan desa Fulai di Barat.

"Anggaran sebesar Rp 33 miliar lebih sudah disetujui dalam APBD perubahan 2023. anggaran tersebut diprioritaskan untuk biaya 6  paket proyek penanganan darurat bencana yang sementara sudah berjalan," ujarnya, Rabu (18/10/2023).

Baca juga: Nomor Registrasi APBD Perubahan Terbit, OPD di Halmahera Selatan Boleh Buat Permintaan Anggaran

"Selain itu, anggaran tersebut juga untuk melunasi utang proyek jembatan Matantengin Pulau Makian yang sudah tuntas dikerjakan,” sambung Aswin.

Lebih lanjut, Aswin menuturkan belanja tidak tetap (BTT) pada anggaran tanggap darurat BPBD Halmahera Selatan sebelum perubahan APBD, sebesar Rp 50 miliar.

Ia juga menambahkan pihaknya sudah merancang anggaran penanganan bencana alam sebesar Rp 13 miliar dan diusulkan pada APBD induk 2024.

"Usulan anggaran sebesar Rp 13 miliar ini sementara masih dalam proses pembahasan bersama TAPD.”

“Kami upayakan diakomodir sehingga memudahkan dalam penanganan darurat bencana dan menjadi operasional setiap bidang termasuk TRC," tutup Aswin. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved