Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

BKKBN Malut

BKKBN Malut Hadiri Rembus Stunting di Halmahera Tengah

Acara Rembus Stunting 2023 berlangsung sukses yang dihadiri Kaper BKKBN Malut, Wagub Malut dan Pj Bupati Halmahera Tengah

Editor: Munawir Taoeda
BKKBN Malut Hadiri Rembus Stunting di Halmahera Tengah - Acara-rembuk-Stunting-2023-di-Halmahera-Timur.jpg
Dok BKKBN Maluku Utara
PROGRAM: Wakil Gubernur Maluku Utara (kedua dari kanan) dan Kaper BKKBN Maluku Utara (paling kanan) lakukan foto bersama usaia acara Rembus Stunting 2023 di Halmahera Tengah, Jumat (17/11/2023).
BKKBN Malut Hadiri Rembus Stunting di Halmahera Tengah - Deputi-Keluarga-Sejahtera-dan-Pemberdayaan-Keluarga-yang-hadiri-acara-Rembuk-Stunting-2023.jpg
Dok BKKBN Maluku Utara
PROGRAM: Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga pada acara Rembus Stunting 2023 di Halmahera Tengah, Jumat (17/11/2023).
BKKBN Malut Hadiri Rembus Stunting di Halmahera Tengah - Foto-bersama-seusai-acara-Rembuk-Stunting-2023-di-Halmahera-Tengah.jpg
Dok BKKBN Maluku Utara
PROGRAM: Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (batik coklat), Wakil Gubernur Maluku Utara (tengah) dan Kaper BKKBN Maluku Utara (paling kiri) lakukan foto bersama usai acara Rembus Stunting 2023 di Halmahera Tengah, Jumat (17/11/2023).

Pada tahun 2019, berdasarkan Surat menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional nomor: B.240/M.PPN/D.5/PP.01.01/04/ 2019.

"Sesuai dengan kebijakan strategi Nasional, yang tercantum dalam peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 73 tahun 2021."

"Tentang Percepatan Penurunan Stunting yang diundangkan pada tanggal 5 Agustus 2021."

"Telah ditetapkan 5 (lima) pilar pencegahan stunting antara lain: Pertama, peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah provinsi, Pemerintah Daerah kabupaten/kota, dan Pemerintah Desa.

"Kedua, peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat; Ketiga, peningkatan konvergensi Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif di kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah provinsi, Pemerintah Daerah kabupaten/kota, dan Pemerintah Desa."

"Keempat, peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat."

"Dan kelima, penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi."

"Dalam rangka pelaksanan strategi tersebut, maka pada hari ini kita melaksanakan satu agenda penting dalam rangka penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Hamahera tengah yaitu Rembuk Stunting dengan tema "CEGAH STUNTING UNTUK GENERASI FAGOGORU YANG LEBIH MAJU, "ujar Ikram.

Baca juga: Sambut Hari Nusantara, BKKBN Maluku Utara Gelar Sejumlah Kegiatan di Tidore

Ikram melanjutkan bahwa kunci pencegahan dan penanggulangan stunting adalah pada 1000 (seribu) hari pertama kehidupan (HPK) sehingga perhatian kepada ibu hamil dan balita dibawah 2 tahun (Baduta) baik melalui intervensi spesifik maupun intervensi sensitif perlu terus diupayakan.

"Saya berharap  Rembuk pada hari ini dapat meningkatkan komitmen bersama dalam penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Hamahera Tengah, "Ujar Ikram

Kegiatan ini dilanjutkan dengan Launching Gemar Makan Ikan Oleh Dinas Perikanan Halmahera Tengah, Pemberian Tablet Tambah Darah oleh Deputi KSPK didampingi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, Launching Kampung Keluarga Berkualitas 73 Desa dan Launching Stiker KIE mengenai Stunting oleh DP2KBP3A Kabupaten Halmahera Tengah. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved