Mampu Kendalikan Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi Tidore Naik 3,09 Persen
Karena mampu mengendalikan Inflasi, pertumbuhan ekonomi Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara naik 3,09 persen
Penulis: Faisal Amin | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, TIDORE - Dengan inflasi yang rendah dan stabil, dapat menjaga stabilitas makro ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkesinambungan.
Hal ini membuat Pertumbuhan ekonomi Kota Tidore Kepulauan bergerak naik, dari 1,28 persen menjadi 3,09 persen pada 2022.
Ini disampaikan Sekda Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dokumalamo saat membuka Rapat Koordinasi Haigh Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Rabu (27/12/2023).
Pada kesempatan itu ia menyampaikan bahwa, Inflasi merupakan masalah serius yang menjadi perhatian semua Pemerintah Daerah dan Pusat.
Baca juga: Gerak Jalan Poco-poco Ramaikan HUT Rum Balibunga Tidore ke-15
Namun dengan koordinasi dan berbagai langkah, sehingga Pemkot Tidore Kepulauan dapat mengendalikan Inflasi.
"Kita ketahui bersama, bahwa saat ini, Inflasi menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat."
"Kemendagri setiap minggu, terus melakukan koordinasi dengan daerah."
"Namun patut disyukuri, TPID Kota Tidore Kepulauan sangat pro aktif bekerja mengendalikan Inflasi secara konsisten."
"Sehingga hal itu mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat, dan kita mendapat berbagai insentif fiskal, terutama kinerja Inflasi yang semakin baik dan terkendali, "ucapnya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan ini juga menambahkan.
Dari aspek sosial, pemerintah juga berupaya untuk memberantas kemiskinan.
Sehingga angka kemiskinan di Kota Tidore Kepulauan, juga menurun menjadi 5,99 persen, termasuk kemiskinan ekstrem, yang tinggal 1,32 persen.
Adapun target pemberantasan kemiskinan ekstrem pada 2024, bisa menjadi zero.
Hal itu terwujud dengan komitmen khususnya TPID Kota Tidore Kepulauan, dalam menjaga dan mengendalikan Inflasi.
"TPID terus menjaga kekompakan dalam bekerja, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak secara baik, dan tuntaskan berbagai hal yang belum selesai."
"Kami juga mengharapkan agar, langkah-langkah konkrit terus dimaksimalkan."
"Harga barang terus dipantau, gerakan menanam terus ditingkatkan, operasi pasar murah."
"Subsidi transportasi dan sejumlah langkah lainnya, agar dilaksanakan dengan tanggung jawab, "harapnya.
Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Setian menyampaikan bahwa.
Terkait dengan kondisi Inflasi Kota Tidore Kepulauan di November 2023 sempat alami Deflasi.
Jadi hampir sepanjang tahun 2023, di Maluku Utara tidak mengalami Inflasi.
Baca juga: Sebanyak 20 Tahanan di Rutan Kelas IIB Soasio Tidore Dapat Remisi Natal 2023
"Harapanya, TPID Tidore Kepulauan tetap melakukan antisipasi untuk pengendalian Inflasi."
"Supaya memberikan tekanan ke beberapa komoditas pangan seperti cabe rawit."
"Cabe merah dan gula pasir yang merupakan komuditas yang menjadi perhatian, "tandasnya. (*)
Karena Dinyatakan Tidak Lulus, Belasan Calon PPPK T.A 2024 Mengadu ke DPRD Kepulauan Sula |
![]() |
---|
Disperindagkop Halmahera Timur Perketat Pengawasan Penjual Minyak Tanah |
![]() |
---|
Tim Labfor Polda Sulawesi Utara Olah TKP Rumah Terbakar di Desa Kilong Taliabu |
![]() |
---|
Soal Temuan BPK di Bagian Kesra Tidore, Sahnawi Ahmad Bilang Begini |
![]() |
---|
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Sabet Baznas Award 2025: Bukti Dukungan Kuat Gerakan Zakat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.