Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

FISIP Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Yudisium 59 Lulusan, Rektor: Jaga Nama Baik Almamater

Para calon wisudawan yang akan menjadi alumni UMMU, bisa berperan sebagai duta kampus untuk menarik perhatian para pelajar terhadap kampus.

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Nurhidayat Hi Gani
PENDIDIKAN: Puluhan calon wisudawan FISIP UMMU ketika pose bersama civitas akademika usai prosesi yudisium, Sabtu (18/5/2024) 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) menyudisium 59 lulusan, Sabtu (18/5/2024).

Prosesi yudisium ini dipimpin Dekan FISIP, Dr. Aji Deni dan dihadiri Rektor UMMU, Prof. Saiful Deni beserta civitas akademika lainnya.

Dalam laporannya, Aji Deni mengatakan 59 mahasiswa FISIP yang mengikuti prosesi yudisiun terdiri dari lima program studi atau Prodi.

Di antaranya Prodi Ilmu Politik, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Adminstrasi Negara, Ilmu Sosiologi dan Ilmu Komunikasi.

Baca juga: PLN Gelar Apel Siaga Kelistrikan, Pastikan Keandalan Pelayanan KTT WWF 2024 di Bali

"Seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang telah dinyatakan lulus dalam sidang skripsi, mulai hari ini berhak menyandang gelar sarjana," kata Aji Deni.

Berdasarkan jadwal, UMMU akan melaksanakan wisuda tahun 2024 pada 25 Mei. Aji menyebut para mahasiswa yang diyudisium merupakan calon wisudawan gelombang ke-28.

"Kami berharap FISIP UMMU terus melahirkan generasi berintelaktual, berakhlak mulia sehingga bisa mendedikasikan ilmunya kepada masyarakat," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UMMU Prof. Saiful Deni meminta 59 calon wisudawan dari FISIP agar menjaga nama baik institusi pendidikan Muhammadiyah dan almamater.

Dia pun berharap para calon wisudawan yang akan menjadi alumni UMMU, bisa berperan sebagai duta kampus untuk menarik perhatian para pelajar terhadap kampus.

"Kalau baik, maka setiap tahun banyak yang akan datang ke UMMU. Jadi jaga nama baik lembaga dan almamater."

"Yang kurang baik di sini (UMMU) jangan di bawa keluar, bawa yang baik-baiknya," imbun Saiful saat sambutan.

Guru besar Ilmu Adminstrasi UMMU ini juga menjelaskan bahwa prosesi yudisium dan wisuda, lebih penting adalah yudisium.

Hanya saja di Indonesia, yudisium dan wisuda dianggap dua agenda yang kedudukannya sama-sama penting.

Baca juga: Lapas Perempuan Ternate Siap Menuju Wilayah Bebas Korupsi

Saiful lantas membandingkan karakter pendidikan di Indonesia dengan beberapa negara lain.

Kampus-kampus di Taiwan misalnya, mahasiwa bisa memilih kapan melaksanakan wisuda ketika sudah menyelesaikan prosesi yudisium.

"Kalau sudah yudisium itu sudah sah (menggunakan gelar sarjana). Tapi kita di indonesia kan wisuda itu momen bahagia, "tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved