Pulau Morotai
Waspadai Krisis Ekonomi, Pemkab Morotai Malut Optimalkan Program Ketapang Bagi Petani & Nelayan
PMD Morotai terus berupaya mengoptimalkan program ketahanan pangan bagi petani dan nelayan.
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM, MOROTAI - Pemkab Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau PMD terus berupaya mengoptimalkan program ketahanan pangan bagi petani dan nelayan.
Upaya ini dilakukan sinergi dengan arah kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) yang tertuang dalam Permendesa PTT Nomor 7 Tahun 2023 dan juga PMK No. 146 Tahun 2023 tentang Prioritas dan Rincian Dana Desa.
Hal ini dalam rangka mengentaskan kemiskinan ekstrim dan juga dampaknya terhadap penurunan angka prevalensi stunting di daerah.
Kepala DPMD Pulau Morotai, Ida Arsyad mengatakan setiap desa di Pulau Morotai di 88 Desa, wajib mengalokasikan 20 persen dana desa (DD) tahun 2024, untuk program Ketahanan Pangan atau yang dikenal dengan Ketapang dalam APBDes-nya.
Program Ketapang di setiap desa, kata Ida, prioritasnya variatif tergantung tipologi dan kultur masing-masing desa, dan juga kebutuhan nasyarakat desa yang mekanisme teknisnya di putuskan di dalam musyawarah desa dan tertuang dalam peraturan kepala desa (Perkades).
Lanjutnya, dari total DD di Morotai yaitu Rp 66.765.020.000, wajib 20 persen, dialokasikan ke program Ketapang, yang totalnya adalah Rp 13.000.000.000. Program Ketapang ini mencakup sektor pertanian, perikanan, peternakan dan juga menstimulus UMKM di Desa.
Baca juga: Tak Ada Kepentingan Politik Burnawan Jadi Pj Bupati Pulau Morotai Maluku Utara
Kemudian, progress penyaluran dan penyerapan untuk program Ketapang tersebut sampai saat ini di sudah sampai tahap ke 2 dan realisasinya sudah 95 persen.
"Sejauh ini DPMD terus berupaya mengoptimalkan program Ketapang bagi masyarakat petani dan nelayan yaitu dengan memberikan menstimulus petani dengan akses kebutuhan bibit, alat pertanian, dan pendampingan,"jelasnya, Rabu (26/6/2024).
Kemudian untuk nelayan, tambahnya, Pemerintah Desa memfasilitasi armada tangkap baik itu body fyber, katinting dan juga alat tangkap berupa jaring dan kebutuhan nelayan lainnya.
Begitu juga halnya dengan peternakan, semua kebutuhan diakomodir menggunakan alokasi Ketapang yang bersumber dari DD.
"Disini untuk menggerakan pemanfaatan sektor pertanian, peternakan dan juga sektor perikanan sangat prospek sesuai dengan leading sektor Kabupaten Pulau Morotai,"katanya.
Menurutnya, optimalisasi program Ketapang bertujuan untuk mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakat agar semakin mumpuni, terutama dalam memulihkan ekonomi dalam mewaspadai krisis ekonomi.
"Kita berharap dengan pemanfaatan DD untuk program Ketapang ini mampu berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan dapat berkelanjutan sehingga terwudnya kemandirian desa yang merupakan visi besar dari pembangunan dan pemberdayaan Masyarakat," harapnya.
"Saya kira alokasi 20 persen DD untuk program ini cukup untuk merangsang petani, nelayan dan juga masyrakat agar terus berupaya meningkatkan produktifitas hasil pertanian, perikanan, peternakan maupun UMKM,"pungkasnya.(*)
Dilaporkan Dugaan Penelantaran Istri, Sekda Pulau Morotai Muhammad Umar Ali Ajukan Cerai |
![]() |
---|
Ini Kata Sekda Pulau Morotai Muhammad Umar Ali Soal Laporan Penelantaran Istri |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Sekda Pulau Morotai Diperiksa Polda Maluku Utara, Buntut Laporan Istrinya |
![]() |
---|
Musda Hipmi Maluku Utara, Pengusaha Muda Soroti Pencalonan Wabup Morotai Rio Pawane |
![]() |
---|
Tahun Depan, Kantor Dua Polsek di Morotai Dibangun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.