Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Perundungan

Duka Lili Eksan, Nenek Siswa SD di Ternate yang Meninggal Dunia Diduga Akibat Perundungan

Nenek korban perundungan yang dialami siswa SD di Kota Ternate, Maluku Utara mengungkapkan kesedihan terkait kejadian tersebut

Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
Dok. Tribunnews.com
Ilustrasi Perundungan di Sekolah 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Duka mendalam dialami keluarga siswa SD di Ternate, Maluku Utara yang diduga meninggal dunia akibat perundungan.

Kesedihan itu juga dirasakan oleh sang nenek, Lili Eksan setelah cucunya menjadi korban bullying atau perundungan di sekolah.

Lili mengungkapkan ia tinggal bersama sejak cucunya masih kecil.

Lili menuturkan, sebelum cucunya jatuh sakit dan meninggal dunia, sempat meminta untuk pindah sekolah.

Baca juga: Samsuddin A Kadir Pimpin Upacara Harhubnas 2024 di Maluku Utara

Tidak hanya itu, cucunya juga kerap bermalas-malasan ke sekolah dengan alasan seragam basah atau hilang.

"Pakaian sekolahnya kadang kala dia bilang basah atau dia sembunyikan. Supaya dia tidak pergi sekolah," ujar Lili, Selasa (17/9/2024).

Saat cucunya ingin pindah sekolah, ia selalu mengatakan sudah dekat ujian sebagai alasan atau penolakan permintaan cucunya itu.

"Waktu itu dia bilang mau pindah sekolah ke Manado. Saya bilang jangan kamu ini kelas ujian," ucap Lili.

"Tidak bisa, karena ini antar Provinsi nomor ujian sudah terdaftar di Dapodik dan dikirim ke pusat Kalau cuma pindah di Tidore boleh,” sambungnya.

Bahkan, Lili warga Kelurahan Ngade, Kota Ternate ini mengungkapkan, jika mengetahui cucunya menjadi korban perundungan di sekolah, ia akan menturuti keinginan pindah sekolah, sekalipun di Manado.

Baca juga: Posko Pemenangan Jadi Tempat Miras, Polres Morotai Maluku Utara Tegaskan Ini ke Tim

"Walaupun dia tertinggal kelas pun tidak apa-apa, yang penting sehat-sehat. Ya Allah, sakit rasanya," ungkap Lili.

Setelah korban dirawat di rumah sakit, nenek lain korban atau kakak dari Lili Eksan, Rukmini Eksan mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi.

Menurut Rukmini, wali kelas dan teman-teman cucunya ternyata sudah mengetahui  selama ini siswa kelas 6 SD itu sering mendapatkan perundungan hingga penganiayaan.

“Saya bilang ke ibu wali kelas, bagaimana ini bisa terjadi pemukulan. Wali kelas mengaku memang korban sering dipukul,” ungkapnya.

"Jadi, kalau korban sudah dipukul, diminta pindah ke kursi depan, teman-temannya bergerombol datang melaporkan kalau pernah juga dianiaya dengan cara pelaku naik di atas tembok atau meja terus injak kepala," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved