BKKBN Malut
Tekan Angka Stunting, BKKBN Maluku Utara Perkuat Pelayanan KB Pasca Persalinan
BKKBN Malut Perkuat Pelayanan KB Pasca Persalinan sebab metode itu dapat menekankan angka stunting yang saat ini masih tinggi dari ketetapan WHO
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE- Dalam upaya menekan prevalensi stunting, program Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP) memegang peranan penting untuk menunda atau menjarangkan kelahiran pada keluarga yang berisiko tinggi terindikasi stunting.
Hal tersebut diperkuat pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi Intensifikasi Pendampingan Ibu Hamil dan Ibu Pasca Persalinan, yang dilaksanakan di Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Selatan pada 9 Oktober hingga 10 Oktober 2024.
Kegiatan monitoring dan evaluasi di Halmahera Utara dan Halmahera Selatan diikuti 25 peserta. Terdiri dari kader KB dan pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas promosi KBPP dan memperkuat komitmen pemangku kepentingan di daerah dalam mendukung pencapaian program ini.
Baca juga: Penanaman Bibit Jagung dan Mentimun, Langkah Nyata Pembinaan Napi di Lapas Jailolo
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara Nuryamin mengatakan,program KBPP adalah salah satu intervensi penting menurunkan angka stunting.
"Dengan memberikan pelayanan KB segera setelah ibu melahirkan, keluarga dapat memanfaatkan kesempatan emas mengatur kelahiran yang lebih sehat," kata Nuryamin, Kamis (10/10/2024).
Nuryamin juga menyampaikan, pentingnya pelaporan layanan KB melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA) yang menjadi alat utama mengukur keberhasilan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan percepatan penurunan stunting.
"Melihat capaian laporan pelayanan KB hingga September 2024 masih rendah, terutama pelayanan KBPP, saya mengimbau terus koordinasi dengan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan pelaporan pelayanan KB," tegas Nuryamin.
Nuryamin juga memaparkan capaian KB per Oktober 2024, di mana peserta KB ulangan mencapai 3.138 akseptor, peserta KB ganti cara 162 akseptor, dan peserta KB Baru 879 akseptor.
Berdasarkan metode kontrasepsi yang digunakan, akseptor KB baru tercatat menggunakan kontrasepsi suntik 9,73 persen, pil 0,82 persen, kondom 4,65 persen, implan 54,83 persen, IUD 66,67 persen, vasektomi 0 persen, dan tubektomi 37,78 persen.
Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Halmahera Utara Yunina Lefara turut menyampaikan materi terkait jenis alat kontrasepsi yang cocok untuk ibu pasca persalinan.
Dalam hal ini, Nuryamin juga mendorong Petugas Lapangan KB (PLKB), kader KB, dan bidan untuk lebih aktif dalam memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai kontrasepsi vasektomi kepada masyarakat.
Ia menekankan, vasektomi memiliki banyak manfaat. Masyarakat diminta tidak perlu takut pada mitos yang tidak benar mengenai metode ini.
Diharapkan, dengan upaya yang lebih intensif dan sinergi antar pihak, pelayanan KBPP dan penurunan angka stunting di Maluku Utara semakin meningkat dan mencapai target yang ditetapkan.
Diketahui, giat BKKBN Maluku Utara mengintensifkan upaya pengendalian stunting melalui program KBPP sesuai amanat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009, tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
| 301 Pegawai BKKBN Maluku Utara Ikut Retret: Bangun Kedisiplinan Kerja |
|
|---|
| Laut Bunaken di Manado Jadi Saksi Penyerahan Pataka Kirab Bangga Kencana |
|
|---|
| Tidore Tuan Rumah Harganas 2025 |
|
|---|
| Kemendukbangga/BKKBN Dorong Percepatan Quick Win Menteri Wihaji dan Bangga Kencana di Taliabu |
|
|---|
| Tingkatkan Kinerja dan Sinergitas, Kemendukbangga/BKKBN RI Gelar Retreat Flower Bee Honey |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Evaluasi-dan-Monitoring-Percepatan-Penurunan-Angka-Stunting.jpg)