Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Luas Panen dan Produksi Padi di Maluku Utara per 2024 Diprediksi Meningkat

luas panen dan produksi padi di Maluku Utara tahun 2024 diprediksi meningkat dengan 3 kabupaten penghasil terbesar

|
Tribunternate.com
Panen raya padi di desa Margomulyo, Kecamatan Kao Barat, Halmahera Utara tahun 2023 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE- Luas panen dan produksi padi di Provinsi Maluku Utara pada 2024 diperkirakan mengalami peningkatan.

Hal tersebut dikatakan Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara Nurhidayat Maskat melalui Pers Rilis Berita Statistik pada Jumat (1/11/2024).

Nurhidayat mengatakan, luas panen padi di Maluku Utara periode Januari – September 2024 diperkirakan mencapai 8,42 ribu hektare.

"Capaian itu mengalami peningkatan 1,26 ribu hektare atau 17,62 persen dibanding tahun 2023 yang hanya 7,16 ribu hektare," kata Nurhidayat.

Baca juga: Hasil Seleksi Administrasi PPPK 2024 Tahap I Pemprov Maluku Utara Diumumkan: Tenaga Teknis 0 Pelamar

Ia mengatakan, berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), puncak panen padi tahun 2024 terjadi pada bulan Februari, dengan luas panen mencapai 1.801 hektare.

"Puncak panen padi tahun 2024 relatif sama dengan 2023 yaitu terjadi pada bulan Februari sebesar 1.799 hektare, hanya selisih 2 hektare," ungkapnya.

Tak hanya luas panen, Nurhidayat mengungkapkan produksi padi Maluku Utara per Januari−September 2024 juga diperkirakan meningkat  2.358 ton GKG atau 9,41 persen.

"Produksi padi sepanjang Januari−September 2024 diperkirakan sebesar 27.408 ton GKG, naik dibandingkan Januari−September 2023 sebesar 25.050 ton GKG," jelasnya.

Dia menuturkan, terdapat tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi tertinggi pada Januari-September 2024, yakni Kabupaten Halmahera Timur, Halmahera Utara, dan Pulau Morotai.

Capaian produksi padi per Januari - September 2024 di kabupaten/kota di Maluku Utara
Capaian produksi padi per Januari - September 2024 di kabupaten/kota di Maluku Utara (Dok: BPS Maluku Utara)

Sementara itu, tiga kabupaten/kota dengan produksi padi terendah yaitu Kepulauan Sula, Halmahera Selatan, dan Kabupaten Halmahera Barat.

Dan di Kabupaten Pulau Taliabu, Kota Ternate, dan Kota Tidore Kepulauan tidak terdapat produksi padi.

Baca juga: Cuaca Buruk, PLN UIW MMU Pastikan Suplai BBM Penyalaan Listrik Sejulmah Daerah Akhir Pekan Ini

"Kenaikan produksi padi yang cukup besar pada Januari-September 2024 terjadi di Halmahera Utara dan Pulau Morotai," ujarnya.

Diketahui, jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi padi sepanjang Januari−September 2024 diperkirakan setara dengan 15.337 ton beras. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved