Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Barat

Kades Todowongi Halmahera Barat Maluku Utara Bantah Tuduhan Korupsi DD dan ADD

Mancelina lobby membantah melakukan tindak korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Penulis: Faisal Amin | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Faisal Amin
Kepala Desa Todowongi, Halmahera Barat, Maluku Utara , Mancelina Lobby, Selasa (5/11/2024). 

TRIBUNTERNATE.COM, JAILOLO- Kepala Desa Todowongi, Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat Mancelina lobby membantah melakukan tindak korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Diketahui, tuduhan tindak korupsi yang diarahkan ke Mancelina disampaikan sejumlah warga Desa Todowongi melalui aksi demontrasi pada Senin (4/11).

Mancelina menegaskan, hal tersebut tidak benar dan pernyataan yang disampaikan tidak berdasarkan bukti valid.

Sementara, data yang menjadi acuan atau dasar tuduhan tersebut adalah pelaporan BPD.

Baca juga: Bawaslu Halmahera Selatan Maluku Utara Telusuri Dugaan Pelanggaran Netralitas Camat Bacan Selatan

"Data yang mereka kantongi dari BPD Desa Todowongi, tapi setelah saya konfirmasi ke beberapa anggota BPD, ternyata data yang dikasih ke mereka ini adalah laporan kinerja dari BPD," katanya.

"Karena dari Inspektorat juga sudah meminta laporan kinerja di tahun 2023 tapi baru diserahkan di tahun 2024 triwulan dua," sambung Mancelina.

Ia juga menepis tuduhan bahwa tidak transparan soal bantuan apresiasi Anggota DP RI, Irine Yusiana Roba Putri di Desa Todowongi.

"Yang mereka sampaikan saya gelapkan anggaran aspirasi dari Ibu Irene sebesar ratusan juta, tetapi proyek aspirasi ini adalah jalan rapat beton, jadi tidak pakai timbunan, jadi saya kira yang disampaikan ini keliru," jelasnya.

"Apapun kegiatan yang dilakukan pemerintah desa selalu ada laporannya, dan juga diposting di akun media sosial resmi milik Desa," tambah Mancelina.

Baca juga: DPRD Halmahera Tengah Minta Kontraktor Proyek Pagar Disperindagkop Kembalikan Anggaran 30 Persen

Mancelina juga mengungkapkan, dirinya selalu terbuka atas kritikan masyarakat terkait kebijakan yang dia lakukan, menurutnya sebagai kepala Desa sudah menjadi hal biasa.

Namun, apa yang disampaikan harus memiliki argumen ataupun data yang jelas.

"Apalagi yang saya lihat kemarin yang berorasi itu bukan dari warga desa Todowongi tapi dari Desa Sebelah, yang mengatasnamakan warga Desa kami," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved