Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gunung Api Dukono Erupsi

Gunung Api Dukono Halmahera Utara Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik 1000 Meter di Atas Puncak

Laporan dari Pos PGA Dukono, erupsi terjadi pukul 06:06 WIT. Dalam rilis mencatat, erupsi tersebut melontarkan abu vulkanik setinggi 1000 meter

Penulis: Faisal Amin | Editor: Sitti Muthmainnah
Dok: Badan Geologi
Pantauan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono Erupsi Gunung Api Dukono, Senin (25/11/2024). 

TRIBUNTERNATE.COM - Gunung Api Dukono di Kabupaten Halamahera Utara, Maluku Utara mengalami erupsi, Senin (25/11/2024).

Laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, erupsi terjadi pukul 06:06 WIT.

Dalam rilis mencatat, erupsi tersebut melontarkan abu vulkanik setinggi 1000 meter di atas  puncak.

"Telah terjadi erupsi G. Dukono, Maluku Utara pada tanggal 25 November 2024 pukul 06:06 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (± 2.087 m di atas permukaan laut)," tulis dalam laporan tersebut.

Baca juga: Jejak Karir dan Harta Kekayaan Merlisa Marsaoly, Anggota DPRD Maluku Utara Periode 2024-2029

Lebih lanjut, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. 

Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maximum 20 mm dan durasi 240.44 detik. Kilatan petir terlihat dan suara gemuruh terdengar lemah.

Sebelumnya, pada Minggu (24/11/2024) PGA Gunung Dukono juga mencatat terjadi erupsi yang melontarkan Abu Vulkanik setinggi 3000 meter diatas Puncak.

Saat ini, Gunung Api Dukono berada pada Status Level II atau Waspada.

Baca juga: Kontrak Guardiola Ga Ngaruh, Prediksi Chris Sutton Salah, Man City Malah Dibantai Spurs 4-0

Status tersebut merekomendasikan bahwa masyarakat di sekitar Gunung Api Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 3 km.

Mengingat, letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin.

Sehingga, area landaan abunya tidak tetap, maka masyarakat diminta selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut, guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved