Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Desa Jojame Kembali Dilanda Banjir, DPRD Minta Pemkab Halmahera Selatan Hadirkan Solusi

Desa Jojame, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, kembali dilanda banjir

|
Dok: warga
Tampak air banjir masuk ke pemukiman warga Desa Jojame, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Sabtu (8/12/2024). 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Desa Jojame, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, kembali dilanda banjir.

Banjir terjadi selama dua hari, yakni pada 7 Desember sampai 8 Desember 2024 saat hujan deras mengguyur Pulau Bacan.

Akibatnya, 44 rumah warga terendam air. Mereka pun terpaksa mengungsi di area tak terkena banjir lantaran tinggi air mencapai lutut kaki orang dewasa.

Baca juga: Minyak Tanah Langka di Kota Maba, Warga Minta Pemkab Halmahera Timur Turun Tangan

Namun sampai surutnya air banjir, warga yang terdampak belum mendapat penanganan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan.

Anggota BPD Jojame Muhammad Doturu mengatakan, bencana alam yang melimpah di desanya, sudah berulang kali.

Menurut dia, banjir dapat diatasi jika Pemkab Halmahera Selatan membangun talut di belakang pemukiman warga yang berdekatan dengan sungai.

"Kalau tidak dibangun, banjir akan terus terjadi kalau hujan deras. Tahun ini sudah dua kali banjir, tahun lalu (2023) juga banjir," katanya, Senin (9/12/2024).

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Halmahera Selatan sementara, Safril Talib. menegaskan bahwa bencana banjir tersebut harus menjadi atensi Pemkab.

Ia pun meminta kepada Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba agar menghadirkan solusi.

“Ini bencana darurat, harusnya Bupati dan Kepala BPBD proaktif atas keselamatan warga," ujarnya.

Baca juga: Berikut Kasus Korupsi yang Ditangani Kejari Halmahera Selatan, Tersangka Diumumkan Dalam Waktu Dekat

Menurut dia, pemerintah daerah harus hadir memberikan penanganan kepada warga Desa Jojame.

Politisi Partai Kebangkita Bangsa (PKB) ini juga menegaskan Pemkab tidak boleh beralasan bahwa dalam penanganan bencana alam harus ada anggarannya.

“Yang namanya bencana alam, apapun alasannya, anggaran ada ataupun tidak, Bupati dan Kepala BPDB harus hadir dan memberikan penangan, bukan diam dan membiarkan begitu saja," tukas Safri. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved