Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pulau Taliabu

Desak Pemprov Maluku Utara Tegur Tambang-tambang di Taliabu

Komentar keras anggota Komisi III DPRD Maluku Utara Mislan Syarif soal tambang di Pulau Taliabu yang mana area pertambangan masuk pemukiman warga

Penulis: Laode Havidl | Editor: Munawir Taoeda
Tangkapan layar Tribunternate.com
RAPAT: Anggota Komisi III DPRD Maluku Utara, Mislan Syarif saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) 

TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Komentar keras Anggota Komisi III DPRD Maluku Utara, Mislan Syarif soal tambang di Pulau Taliabu.

Menurutnya, terdapat 14-15 titik tambang di sana (Pulau Taliabu) yang titik koordinatnya masuk ke area pemukiman warga.

Padahal masih banyak lahan-lahan hutan yang bisa diproduksi. Sehingga dirinya meminta hal tersebut segera dievaluasi.

Itu disampaikannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) beberapa waktu lalu, bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya Inspektorat Tambang Maluku Utara.

Baca juga: Soal Perluasan Pelabuhan Bobong, Dishub Maluku Utara Minta Bupati Taliabu Surati Gubernur

"Ini saya tanya, di mana kontrol dari pada Inspektur Tambang membuat seperti ini?."

"Ayo coba buka koordinatnya, saya punya data itu (koordinatnya) sampai ke rumah orang, "ungkap Mislan melalui video beredar.

Disamping itu, berdasarkan laporan yang dia terima, warga yang memiliki lahan masuk area tambang bahkan diancam.

"Padahal ada kegiatan-kegiatan hutan, yang tidak diperbolehkan untuk diproduksi. Bahkan"

"Taliabu sekarang diancam bahwa kalau kalian tidak izinkan, kalau IPPKH keluar otomatis harus bertambang, gila apa bukannya dapurnya (wilayah) orang, "tegasnya.

Baca juga: Dishub Maluku Utara Diminta Perluas Pelabuhan Bobong Taliabu

Karena itu, mantan Purn TNI ini berharap Pemprov Maluku Utara melalui Inspektorat Tambang segera menegur tambang-tambang yang ada di Pulau Taliabu.

Sebab di mengingatkan kembali, persoalan tambang di Pulau Taliabu sempat menimbulkan kericuhan pada beberapa tahun sebelumnya.

"Masa kita mau korban rakyat terus? Tolonglah tambang-tambang di tegur. Tambang-tambang (Taliabu) kenapa tidak bisa ditegur, karena kalau ditegur tujuan politik nanti jabatan kita geser tidak ada masalah bagi saya, "pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved