Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Halmahera Selatan

Tak Capai Target, Tahun Ini Retribusi Sampah DLH Halmahera Selatan Hanya Rp 150 Juta

DLH Halmahera Selatan, Maluku Utara juga mengaku mengalami keterbatasan armada dalam proses pengangungkutan sampah

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Nurhidayat Hi Gani
TARGET: Plt Kepala DLH Halmahera Selatan, Maluku Utara, Samsu Abubakar ketika bersedia diwawancarai awak media, Rabu (26/2/2025). ia menjelaskan target penarikan retribusi sampah untuk tahun ini 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Selatan, Maluku Utara Samsu Abubakar mengatakan tahun ini pihaknya hanya diberi target Rp150 juta dalam penarikan retribusi sampah.

Jumlah ini, menurut dia, mengalami penurunan karena tahun 2024 lalu DLH tidak mencapai target penarikan retribusi.

"Tahun lalu kita (DLH) sekitar Rp 200 juta, tapi yang terealisasi sekitar Rp 150 juta lebih, sehingga tahun ini kita diberi target Rp 150 juta, "ujar Samsu, Rabu (26/2/2025).

Samsu Abubakar menjelaskan bahwa target yang diberikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sudah sesuai.

Baca juga: BGN dan Pemkab Halmahera Selatan Rencana Ternak Sapi Perah

Pasalnya, sumber layanan pengangkutan sampah yang ditangani DLH Halmahera Selatan belum begitu banyak.

Di lain sisi, retribusi sampah yang ditarik dari masyarakat, nilainya belum terlalu besar, yakni per bulan Rp5 ribu untuk satu rumah.

"Pelayanan kita hanya dari Desa Panamboang samapi Sayoang, "jelas Samsu Abubakar.

"Kemudian di Perda Rp 5 ribu untuk rumah dan ada yang Rp 300 ribu untuk toko-toko besar, "lanjutnya

Samsu juga mengaku pihaknya mengalami keterbatasan armada dalam proses pengangungkutan sampah.

Baca juga: Posisi Sekda Halmahera Selatan dan Sejumlah Pimpinan OPD Bakal Diganti

Sehingga, kadang terjadi penumpukan sampah dari 3 sampai 5 hari jika armada pengangkut alami kerusakan.

Untuk mengatasi hal itu, dia menyatakan harus ada penambahan armada agar akses pelayanan dapat diperluas lagi.

"Tahun ini kami mengusulkan tamabahan satu unit armada lagi, karena memang kalau ada armada yang rusak, sudah pasti pengangkutan sampah terganggu dan sampah akan menumpuk, "tandas Samsu Abubakar. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved