Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Halmahera Tengah

Kasus HIV/AIDS Meningkat, Pemkab Halmahera Tengah Diminta Cepat Ambil Langkah

Pemkab Halmahera Tengah, Maluku Utara juga didesak menetapkan status kejadian luas biasa (KLB) dengan meningkatnya jumlah kasus HIV/AIDS

Penulis: Faisal Didi | Editor: Munawir Taoeda
Dok Tribunnews.com
PENYAKIT: Ilustrasi hasil uji virus HIV/AIDS. 13 kasus baru terdeteksi pada Januari, Pemkab Halmahera Tengah, Maluku Utara diminta cepat ambil langkah 

TRIBUN TERNATE.COM, WEDA - Kasus HIV/AIDS terus meningkat, Pemkab Halmahera Tengah diminta cepat ambil langkah.

Perihal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Halmahera Tengah, Maluku Utara Munadi Kilkoda, Minggu (9/3/2025).

Pemerintah juga didesak menetapkan status kejadian luas biasa (KLB), dengan meningkatnya jumlah kasus.

"Penetapan status KLB akan membuka jalan bagi penanganan yang lebih terpadu, "kata Munadi Kilkoda.

Baca juga: Gunung Dukono di Halmahera Utara Kembali Erupsi

"Harus ada tim gerak cepat melibatkan pemerintah, penegak hukum, tenaga kesehatan serta masyarakat."

 "Selain itu, pembiayaan pengendalian dan pencegahan akan lebih jelas, "sambungnya.

Ia juga menyoroti dampak HIV/AIDS yang meluas. Tak hanya kesehatan, tetapi juga stabilitas sosial, budaya, ekonomi hingga keamanan.

"Kasus ini sangat serius, sebab berkaitan dengan nyawa manusia dan masa depan generasi akan datang."

"Maka pemerintah daerah harus bergerak cepat sebelum situasi sulit dikendalikan, "pinta Munadi Kilkoda.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan dan Polres Halmahera Tengah telah memperketat langkah pencegahan dan penyebaran HIV/AIDS melalui sosialisasi dan pengawasan di titik-titik rawan.

Namun tanpa kebijakan yang lebih kuat, dikhawatirkan penyebaran virus ini semakin meluas.

"Penetapan status KLB sebagai langkah strategis agar upaya penanganan lebih terarah dan maksimal, "tuturnya.

Baca juga: Mewakili Wali Kota Tidore, Sofyan Saraha Hadiri Launching Munas APEKSI ke 7 di Surabaya

Bahkan pada 2021, tercatat 2 kasus, masing-masing di Puskesmas Lelilef dan RSUD Weda.

Namun jumlah tersebut melonjak menjadi 12 kasus pada 2022, naik drastis ke 43 kasus pada 2023 dan mencapai 65 kasus pada 2024.

"Hingga Januari ini, sudah ada 13 kasus baru yang terdeteksi, dengan Klinik Pratama PT. IWIP dan RSUD Weda menjadi fasilitas dengan temuan terbanyak, "tandas Munadi Kilkoda.

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved