Liputan Wisata
Menelusuri Museum Rempah dan Sejarah Kota Ternate di Benteng Oranje
Meski banyak yang belum tahu, keberadaan Museum sejarah dan Museum rempah menjadi lokasi yang menyuguhkan banyak informasi dan edukasi
Penulis: Iga Almira Rugaya Assagaf | Editor: Iga Almira Rugaya Assagaf
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Kota Ternate, Maluku Utara dengan beragam kebudayaan dan peninggalan sejarah memiliki beberapa museum untuk memamerkannya.
Salah satunya adalah Museum Sejarah dan Museum Rempah Kota Ternate yang berada di dalam Benteng Oranje.
Tepatnya di Jalan Revolusi, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara.
Baca juga: Sherly Laos Terinsipirasi Kembangkan Desa Wisata di Malut Usai Ketemu Dedi Mulyadi: Ingin Kolaborasi
TribunTernate.com berkesempatan mengunjungi Museum Rempah dan Sejarah Ternate serta berbincang-bincang dengan Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate sekaligus Kepala Museum Rinto Taib.
Rinto Taib menjelaskan, Museum Rempah bekas bangunan Kantor VOC ini didirikan pada tahun 2015 dan direvitalisasi di tahun 2019.
"Yang sana (Museum Sejarah Ternate) itu saya aktifkan tahun 2019, pas (saat) Pameran ICCF 2019," Ujar Rinto Taib ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/2/2025).
Sebagai Kota rempah yang menjadi primadona dari tiap negara khususnya Eropa pada masa penjajahan, Kota Ternate tentu kaya dengan peninggalan sejarah.
Meski banyak yang belum tahu, keberadaan Museum sejarah dan Museum rempah menjadi lokasi yang menyuguhkan banyak informasi dan edukasi.
Untuk Museum Rempah Ternate sendiri berdasarkan status hukum kata Rinto Taib, merupakan milik Pemerintah Kota Ternate di bawah tanggung jawab Dinas Kebudayaan Ternate.
Sementara untuk Museum Sejarah Kota Ternate, merupakan bangunan milik Pemerintah yang memamerkan koleksi Rinto Taib yang juga selaku Kepala Museum.
"Tapi untuk museum di gedung panjang, museum Sejarah Ternate merupakan koleksi pribadi dengan bangunan milik Pemerintah Kota Ternate,"
Pada Museum Sejarah Ternate ini, memamerkan prasasti, lukisan, bekas reruntuhan dan bebatuan dalam benteng, keramik dan masih banyak lagi.
Sebagai koleksi masterpiece, dalam ruang pamer di Museum ini juga menyajikan dua prasasti Belanda yang tidak lagi utuh.
Serta nisan berbahasa Belanda milik istri seorang Gubernur Jenderal VOC yang menjabat tahun 1662-1667.
Meski begitu, Kepala Museum Rinto Taib ketika ditemui pada Selasa (25/2/2025) mengatakan, belum dapat dibuktikan bahwa di dalam makam tersebut terdapat jenazah istri Gubernur Jenderal atau yang dikenal dengan Noni Belanda.
cinderaloka
Museum Sejarah Kota Ternate
Museum Rempah Kota Ternate
Rinto Taib
Dinas Kebudayaan Kota Ternate
Ternate
| Kajati Maluku Utara Dorong Pembenahan Wisata Pulau Meti untuk Dongkrak Ekonomi |
|
|---|
| Komunitas Pemuda Sadar Wisata Minta Pemkab Halmahera Timur Serius Kembangkan Sektor Wisata |
|
|---|
| Pemuda Desa Loleolamo Dorong Master Plan Pulau Paniki Jadi Ikon Wisata Halmahera Timur |
|
|---|
| Taman Woyogula Ramai Dikunjungi Warga Halmahera Timur Pasca Lebaran |
|
|---|
| Pesona Mangrove Pantai Lopon: Primadona Wisata Halmahera Timur yang Membutuhkan Sentuhan Pembenahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/museum-sejarah-ternate_5.jpg)