Pemprov Malut
Segitu Khawatirnya Sherly Laos, Gubernur Malut Titip Program Ini demi Cegah Pelecehan kepada Anak
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda, sepertinya begitu khawatir dengan nasib generasi muda di daerahnya.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Kemudian soal ketahanan pangan serta kesehatan ibu dan anak.
"PKK Bergerak: Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Keluarga Sehat & Sejahtera ”
Hari ini, saya dengan bangga menyaksikan pelantikan 8 Ketua PKK Kabupaten/Kota se-Maluku Utara. Ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat, khususnya perempuan, anak, dan keluarga.
Sebagai Ketua Pembina PKK Malut, saya ingin menitipkan beberapa hal penting:
- Sosialisasi pencegahan pelecehan terhadap anak dan perempuan. Kita harus bersama melindungi mereka, memastikan setiap anak tumbuh dengan aman dan perempuan hidup dengan bermartabat.
- Ketahanan pangan dan gizi keluarga. PKK harus menjadi mitra utama dalam mendorong pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak dan keluarga, serta memanfaatkan pekarangan untuk ketahanan pangan yang lebih mandiri.
- Pemeriksaan kesehatan ibu dan anak. PKK memiliki peran besar dalam mendorong ibu-ibu untuk aktif memeriksakan kesehatannya di posyandu dan puskesmas. Kesehatan adalah investasi terbesar bagi keluarga dan generasi penerus.
Mari bersama bekerja dengan hati, bergerak dengan aksi nyata, dan menciptakan perubahan yang berdampak. PKK bukan hanya menjalankan program, tetapi membawa harapan dan perlindungan bagi setiap keluarga.
Perempuan berdaya, anak terlindungi, keluarga sehat, Maluku Utara maju!" ungkapnya.
Dalam momen itu, Sherly Laos juga menyampaikan soal pengalamannya dulu kala mendampingi mendiang suaminya, Benny Laos, saat menjabat sebagai Bupati Pulau Morotai.
Sebagai mantan Ketua PKK Pulau Morotai, Sherly Laos mengaku sudah merasakan apa yang dirasakan para istri bupati dan wali kota itu.
Yakni menggerakkan para wanita di daerahnya namun dengan anggaran yang begitu kecil.
"Saya berdiri di sini bukan hanya sebagai seorang gubernur atau Ketua Pembina PKK, tapi saya juga alumni dari PKK."
"Saya pernah menjadi salah satu dari ibu-ibu yang duduk di sana sebagai Ketua Penggerak PKK Kabupaten Pulau Morotai waktu itu."
"Saya tahu bagaimana menggerakkan PKK dalam kondisi anggaran yang sangat minimalis itu," ujar Sherly Laos.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.