Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Warga Marikurubu Ternate Bikin Petisi, Tolak Pemekaran Kelurahan Mariaru

"Kami menolak dengan tegas, kami tidak bersedia, (bahkan) sejengkal pun tidak, "tegas Ketua LPM Kelurahan Marikurubu Isman Said

Penulis: M Julfikram Suhadi | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
TUNTUTAN: Aksi penolakan oleh warga 3 RT terkait pemekaran Kelurahan Mariaru di Kota Ternate, Maluku Utara. Warga menilai jika ada pemekaran, maka wilayah induk kelurahan akan semakin kecil 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Warga Kelurahan Marikurubu, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara menolak rencana pemekaran kelurahan baru yakni Kelurahan Mariaru

Hal ini disampaikan setelah ratusan warga di 3 RT di Kelurahan Marikurubu lakukan aksi penolakan, Kamis (10/4/2025).

Menanggapi keluhan warganya, Lurah Marikurubu Halil Umar Jumat (11/4) menyampaikan, dirinya telah mengundang Camat Ternate Tengah Fahmi Basa Amin dengan melibatkan tokoh serta pemangku kepentingan kelurahan setempat untuk melakukan pertemuan. 

Bahkan, saat itu kata Halil, keluhan-keluhan warga telah disampaikan ke Camat dan ke tim pemekaran Kelurahan Mariaru.

Baca juga: Tidak Ada Pemangkasan Anggaran Pokok Pikiran DPRD Maluku Utara 2025

"Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan sebagai bentuk peryataan penolakan, "kata Halil Umar.

Diketahui, rencana pemekaran Kelurahan Mariaru meliputi Lingkungan BTN sampai lingkungan Batu Anteru, Kelurahan Maliaro.

Di mana dua lingkungan dari Kelurahan Maliaro tersebut memisahkan diri, dan dimekarkan jadi Kelurahan Mariaru.

Namun, RT 01, 08 dan 09 menjadi sasaran tim pemekaran untuk dimasukkan ke dalam rencana kelurahan baru.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Marikurubu Isman Said saat ditemui mengaku.

Berapa pada minggu belakangan, warga dibuat resah karena mendengar isu pemekaran tersebut.

Sehingga mewakili seluruh warga Kelurahan Marikurubu, ia pun secara tegas menolak soal pemekaran tersebut.

"Kami menolak dengan tegas, kami tidak bersedia, (bahkan) sejengkal pun tidak, "tegas Isman Said, Jumat (11/4/2025).

Lanjut Isman Said, pihaknya tidak mempermasalahkan rencana pemekaran yang dimaksud.

Namun penolakan dilakukan karena 3 RT yang mau dicaplok sebagian besar menolak bergabung.

"Kami tidak mau karena kemarin Lingkungan Tongole sudah dimekarkan menjadi kelurahan sendiri, kemudian ada juga rencana pemekaran Lingkungan Torano menjadi kelurahan tersendiri."

"Dan jika ini diambil lagi maka Marikurubu bisa dibilang sangat kecil, "kata dia mengikuti penyampaian warga.

"Kami memahami jika esensi pemekaran adalah pemberdayaan masyarakat, namun jika masyarakat setempat menolak maka jangan dipaksa."

"Dan penolakan oleh seluruh komponen masyarakat Marikurubu sudah dibuat melalui surat pernyataan, "tambahnya.

Isman pun mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. 

"Semoga warga tidak terpancing lagi dengan isu tersebut, karena Camat Ternate Tengah berjanji akan menyelesaikan hal itu yang sudah dilakukan pertemuan bersama warga Marikurubu"pintanya

“Terlebih masalah ini sudah diselesaikan melalui pertemuan dengan pak Camat. Jadi mari sama-sama kita jaga keamanan dan ketertiban. Jangan lagi ada isu-isu liar yang beredar,”tambahnya

Senada disampaikan Nurzan Soleman, Ketua Adat Marikurubu. Kata dia, silahkan dilakukan pemekaran sepanjang itu tidak mengambil sebagian wilayah Induk Marikurubu. 

“Silakan aja, itu kan hak mereka untuk lakukan pemekaran, sepanjang tidak mengambil kami punya wilayah,” kata Nurzan. Jumat, (11/4) 

Menurutnya, kemungkinan syarat jumlah penduduk pemekaran belum terpenuhi sehingga tim pemekaran berencana mengambil sebagian wilayah Marikurubu. 

Hal itu dibuktikan dengan ditemukan adanya tanda batas wilayah yang akan diambil yang ditandai dengan cat semprot.

Tindakan tanpa koordinasi ini, kata Nurzan, sehingga menambah keresahan di tengah masyarakat.

"Kelurahan Marikurubu sebagai kelurahan induk dia rela Tongole pisah tidak mengganggu wilayah lain selanjutnya ada Torano juga rencana dimekarkan dan itu tidak mengganggu wilayah kelurahan lain kan ngoni (kalian) bukan dari kelurahan Marikurubu silakan aja ngoni mau bagi berapa wilayah kalian kami tidak ikut campur itu hak kalian, silakan, "ujarnya.

"Namun yang menjadi resah itu panitia pemekaran atau beberapa oknum yang memberi batas tanpa konsultasi ke kami. Kalau ada kalian mau ambil ya bangun komunikasi untuk kita cari jalan keluar bersama- sama jalan terbaiknya seperti apa."

"Kalau ngoni sudah buat seperti itu ya jelas masyarakat di sini sudah menolak dan sudah tidak bisa lagi."

"Pokoknya batas itu harga mati, dan tadi sudah clear lewat pertemuan dengan pak camat tadi yang digagas oleh lurah, "tambahnya.

Alasan lain, kata Nurzan, Marikurubu merupakan kampung tua, yang masih kental akan adat-istiadat sejak dahulu kalah. 

"Bagi kami warga induk Marikurubu, Tongole adalah tulang rusuk kanan  kami, Torano adalah tulang rusuk kiri kami, sedangkan tiga RT (yang mau diambil) adalah adalah hati kami, siapa yang relah kehilangan hatinya,” kata Nurzan sambil memegang dadanya.

Sementara itu, Lurah Marikurubu, Halil Umar mengatakan, bahwa apa yang menjadi keresahan masyarakat sudah teratasi melalui pertemuan seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda dengan Camat Ternate Tengah, Fahmi Basa Amin yang diinisiasi oleh Pemerintah Kelurahan Marikurubu.

“Masyarakat kelurahan Marikurubu resah dengan isu pemekaran sehingga itu kami sebagai aparat kelurahan cari tahu informasi apa saja yang menjadi keresahan masyarakat"imbuhnya, Jumat, (11/4) 

"Dan ternyata titik puncaknya itu terkait rencana pemekaran sebagian wilayah Kelurahan Maliaro menjadi Kelurahan Mariaru, dimana, sebagian wilayahnya Marikurubu diambil sehingga warga tidak setuju,” ungkapnya.

Halil Umar menuturkan, sebelumnya ada beberapa wilayah di Marikurubu dimekarkan menjadi kelurahan seperti lingkungan Tongole menjadi kelurahan Tongole, dan lingkungan Torano yang dipastikan akan dilakukan pemekaran menjadi kelurahan tersendiri. 

Baca juga: Tidak Ada Pemangkasan Anggaran Pokok Pikiran DPRD Maluku Utara 2025

Hal itu, kata dia, tidak sama sekali dipermasalahkan oleh warganya karena wilayah Induk tidak dicaplok sehingga tidak terjadi gesekan apapun.

"Namun kemarin ini ada isu pemekaran kelurahan Mariaru itu yang menjadi warga resah. Sehingga itu saya undang pak Camat, aparat kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, LPM, serta tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, Imam-Imam, tokoh pemuda, semuanya hadir mengikuti jalannya pertemuan dengan pak Camat."

"Dan Camat sudah menanggapi keluhan-keluhan itu, sehingga Insya Allah ditindaklanjuti ke tim pemekaran kelurahan baru (Mariaru) yang rencana dimekarkan itu” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved