Pemprov Malut
Proyek Wi-Fi Masuk Sekolah Dimulai dari Halbar, Sherly Laos: Internet Itu Bukan Barang Mewah
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda berharap semua sekolah di wilayahnya bisa mengakses internet melalui jaringan Wi-Fi.
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNTERNATE.COM - Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos atau Sherly Tjoanda berharap semua sekolah di wilayahnya bisa mengakses internet melalui jaringan Wi-Fi.
Bagi Sherly Laos, internet seharusnya tidak menjadi barang mewah, tapi sudah menjadi kebutuhan sehari-hati.
Hal itu diungkapkan Sherly Laos saat mengunjungi SMA Negeri 8 Ibu Selatan, Halmahera Barat.
Baca juga: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Pikirkan Benny Laos, Tersenyum meski Hancur: Coba Kuat saat Kerja
Baca juga: Sherly Laos Terharu untuk Pertama Kalinya Siswa-siswi SMAN 8 Ibu Selatan Bisa Zoom dari Sekolah
Sherly Laos memulai proyek 'Wi-Fi Masuk Sekolah' sebagai wujud digitalisasi pendidikan dari Halmahera Barat.
SMA Negeri 8 Ibu Selatan adalah salah satu sekolah yang merasakan manfaat bantuan koneksi Wi-Fi.
Pada Senin, 14 April 2025, Sherly Loas berkunjung ke SMA Negeri 8 Ibu Selatan untuk meresmikan Wi-Fi di sana.
Ada dua provider yang akan diuji kestabilan sinyal.
Para siswa mengeluhkan bahwa ponsel mereka hanya bisa digunakan untuk berfoto karena tidak ada sinyal.
Jika ingin tersambung sinyal internet, mereka harus naik ke gunung dahulu.
"LAUNCHING PILOT PROJECT - “WIFI MASUK SEKOLAH”
Pilot Project “WiFi Masuk Sekolah” dimulai dari Halbar!
Hari ini, kami resmi meluncurkan jaringan WiFi sekolah pertama di SMA Negeri 8, Kec Ibu Selatan, sebagai langkah awal pemerataan akses digital di wilayah pendidikan Maluku Utara.
Internet bukan lagi soal kemewahan—tapi kebutuhan.
Dengan hadirnya WiFi di sekolah, kita membuka pintu lebih luas untuk pembelajaran berbasis teknologi, akses informasi yang cepat, dan konektivitas antar siswa, guru, bahkan dunia luar.
Digitalisasi pendidikan harus dimulai dari sekarang.
Dari sekolah-sekolah di pelosok, hingga kota—kita pastikan anak-anak Maluku Utara punya hak yang sama untuk maju.
Harapannya, program ini menjadi pijakan awal untuk transformasi SMA/SMK di seluruh provinsi, agar literasi digital, kreativitas, dan kolaborasi bisa tumbuh bersama teknologi.
Satu sekolah tersambung hari ini,
Seribu masa depan terkoneksi esok hari." tulis Sherly Laos.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.