Pemprov Malut
Morotai Jadi Sasaran Gebyar Pasar Murah Pemprov Maluku Utara, Tersedia 1000 Paket Sembako
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara kembali menggelar Gebyar Pasar Murah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara kembali menggelar Gebyar Pasar Murah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu.
Kali ini, kegiatan itu berlangsung di Kabupaten Pulau Morotai, tepatnya di kawasan D’Aloha, Jumat (18/4/2025).
Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, turut menghadiri gebyar pasar murah.
Baca juga: Respons Vonis Dokter Terhadap CJH, DPRD Halmahera Selatan Bakal Panggil Dinkes dan RSUD
Sarbin Sehe didampingi oleh Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Morotai, M. Umar Ali.
Dalam sambutannya, Sarbin Sehe menegaskan bahwa program pasar murah merupakan agenda tahunan yang bertujuan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Pasar murah ini adalah komitmen pemerintah untuk memastikan distribusi bahan pokok tepat sasaran. Tujuannya agar masyarakat, khususnya yang kurang mampu, bisa terbantu dalam memenuhi kebutuhan sembako,” ujar Sarbin Sehe.
Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Utara, Yudistira Wahab, menyebutkan bahwa sebanyak 1.000 paket sembako disiapkan untuk warga Pulau Morotai.
Masing-masing dijual seharga Rp50.000 dengan sistem pembelian menggunakan kupon.
“Paket sembako ini kami distribusikan melalui sistem kupon agar benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan,” terang Yudistira.
Adapun isi paket sembako tersebut terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, dan beberapa komoditas lainnya.
Kegiatan Gebyar Pasar Murah sebelumnya telah sukses digelar di berbagai kabupaten/kota di Maluku Utara, yakni Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Tengah.
Baca juga: Tes PPPK Tahap II Pemkab Halmahera Selatan Dimulai 28 April
Kemudian Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, Kabupaten Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat dan dinilai sangat membantu, terlebih di tengah fluktuasi harga sembako yang cukup tinggi di beberapa wilayah.
Pemerintah Provinsi Malut memastikan program serupa akan terus dilanjutkan secara berkala demi menjaga kestabilan ekonomi dan daya beli masyarakat. (*)
| Kasus Kekerasan Masih Terjadi, Pemprov Malut Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak |
|
|---|
| WFH ASN Berlaku Nasional, Pemprov Maluku Utara Sudah Lebih Dulu Terapkan |
|
|---|
| Sherly Laos Tinjau Kondisi Pascakonflik di Halmahera Tengah, Ajak Warga Perkuat Persatuan |
|
|---|
| Soal Batas Belanja Pegawai 30 Persen, Sekprov Maluku Utara Tegaskan Tidak Ada PHK untuk PPPK |
|
|---|
| Kawasan Perikanan Kelurahan Dufa-Dufa Ternate Didorong Jadi Sentra Industri Perikanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Gebyar-pasar-murah.jpg)