Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pulau Taliabu

Warga Demo Buntut Uji Petik Pansus LKPJ Bupati Taliabu dan Realisasi Pinjaman Daerah Tak Jelas

"Ketika menemukan permasalahan-permasalahan dalam pansus, maka kami minta dibawa ke APH untuk diselesaikan," desaknya.

Penulis: Laode Havidl | Editor: Isvara Savitri
TribunTernate.com/Laode Havidl
UNJUK RASA - Unjuk rasa di Kantor DPRD Pulau Taliabu, Jalan M Taher Mus Bobong, Taliabu Barat, Pulau Taliabu, Maluku Utara, Rabu (7/5/2025). Massa aksi meminta anggota legistlatif terbuka hasil uji petik Pansus LKPJ Bupati T.A 2024 dan realisasi pinjaman daerah. 

TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Kelompok pemuda yang mengatasnamakan Koalisi Perjuangan Rakyat Taliabu (Kopra) berunjukrasa di Kantor DPRD Pulau Taliabu, Maluku Utara.

Aksi berlangsung pada Rabu (7/5/2025) sekitar pukul 11.20 WIT. 

Pendemo menggunakan mobil pickup dan sound system memasuki pintu masuk kantor.

Ada sejumlah tuntutan yang dilayangkan pendemo salah satunya terkait dengan Pansus LKPJ Bupati Taliabu T.A 2024.

Salah satu pendemo atas nama La Ode Muhdin mendesak DPRD Pulau Taliabu terbuka ke publik soal perkembangan Pansus LKPJ.

"Kepemimpinan Aliong Mus selama 5 tahun itu gagal total, dan kami minta LKPJ itu ditolak dalam sidang paripurna DPRD Pulau Taliabu dan merekomendasi ke Mendagri untuk dievaluasi," tegas Muhdin dalam orasinya.

Selanjutnya, pendemo meminta jika DPRD Taliabu mendapat temuan dalam hasil uji petik pansus agar segera diproses hukum.

Baca juga: Sekwan DPRD Taliabu Bantah Isu Pakai PIN Emas Palsu

Baca juga: DPRD Halmahera Selatan Bakal Panggil Dinas PUPR Terkait Proyek Jalan Pulau Makian

"Ketika menemukan permasalahan-permasalahan dalam pansus, maka kami minta dibawa ke APH untuk diselesaikan," desaknya.

Di sisi lain, massa aksi meminta DPRD Pulau Taliabu membentuk pansus terkait pinjaman daerah sebesar Rp 115 miliar.

Menurut massa aksi, ada yang ganjal dalam proses kesepakatan realisasi pinjaman tersebut.

Semula disepakati pinjaman Rp 115 miliar diperuntukkan untuk menggenjot pembangunan yakni jalan, pelabuhan, dan pasar.

Namun faktanya, aliran dana hanya mengalir untuk pekerjaan jalan diantaranya pembangunan jalan rabat beton Nggele-Lede yang sampai sekarang pun terbengkalai.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved