Halmahera Timur
PT ANI Diminta Selesaikan Utang Ketring Rp 2,5 Miliar Milik Warga Halmahera Timur
Gerakan Pemuda Lingkar Tambang Maluku Utara (GPLT-MU) meminta PT. Adhita Nikel Indonesia (ANI) membayar utang piutang tahun 2014 senilai Rp2,5 miliar
Penulis: Amri Bessy | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM,MABA- Gerakan Pemuda Lingkar Tambang Maluku Utara (GPLT-MU) meminta PT. Adhita Nikel Indonesia (ANI) membayar utang piutang tahun 2014 senilai Rp2,5 miliar.
Di mana, utang miliaran itu terhadap usaha catring milik warga Halmahera Timur.
PT. ANI merupakan perusahaan tambang nikel tersebut hingga saat ini beroperasi di Halmahera Timur.
Baca juga: Dorong Potensi Besar Musisi Maluku Utara, Sherly Laos Minta Dukungan Menparekraf
Permintaan itu disampaikan GPLT MU secara langsung ke Direksi PT ANI, Bob Brata Djaya, di Jakarta.
Perihal tersebut disampaikan oleh Sekjen GPLT-MU Sudiono Hi Dikir kepada wartawan, Selasa (13/5/2025),
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pertemuan, pihaknya sebagai penerima kuasa dari 10 orang warga sebagai usaha kecil di Kota Maba turut menyampaikan soal utang piutang.
"Dalam pertemuan tersebut kami selaku penerima kuasa juga suda menyampaikan banyak hal terkait utang piutang terhadap warga, yang belum dibayarkan sejak tahun 2014," katanya.
Sapaan akrab Bung Ono itu mengatakan, pada pertemuan tersebut pihaknya telah memberikan beberapa dokumen bukti perjanjian antar PT ANI dan warga kepada Bob Brata Djaya.
Baca juga: 3 Berita Populer Malut: Kunker Sherly Laos ke Taliabu Ditunda - Akses Internet di Batang Dua
Ia menyayangkan sikap mantan Dirut PT ANI Burhanudin Badi Djailani sebagai salah satu putra daerah yang diduga tidak bertanggung jawab terkait penyelesaian utang-piutang tersebut.
Untuk itu, Sudiono menegaskan agar PT ANI dapat membayar utang tersebut, paling lambat 15 Mei 2025.
"Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, maka kami akan memboikot seluruh aktivitas produksi PT ANI yang beroperasi di Halmahera Timur, dan juga akan melakukan unjuk rasa besar besaran di kantor pusat PT ANI Jakarta," tegasnya. (*)
| Jalan Lintas Maba-Buli Haltim Penuh Lumpur Usai Hujan Deras, Warga Minta Penanganan Serius |
|
|---|
| Protes Jalan Rusak, Warga Tutuling Jaya Haltim Pilih Tanam Pohon Pisang |
|
|---|
| Lagi, Warga Desa Fayaul Haltim Blokade Jetty PT JAS: Tuntut Transparansi dan Pemulihan Lingkungan |
|
|---|
| Sidak Intens Ricky Richfat Tuai Apresiasi, Dorong Profesionalisme ASN Pemkab Haltim |
|
|---|
| Harga Dexlite di Halmahera Timur Melonjak Tajam Jadi Rp 24.150 per Liter, Sopir Truk Mengeluh Pasrah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/utang-PT-ANI.jpg)