Pemprov Malut
Sherly Laos Komitmen Bangkitkan Ibukota Sofifi: Tak Boleh Sepi Lagi, Kita Hidupkan dan Ramaikan
Gubernur Maluku Utara terus menunjukan tekad bangkitkan Sofifi yang sudah berdiri sebagai Ibukota selama 25 tahun
Penulis: Iga Almira Rugaya Assagaf | Editor: Iga Almira Rugaya Assagaf
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Komitmen Sherly Laos untuk bangkitkan Ibukota Maluku Utara, yakni Sofifi, bukan hanya sekedar wacana.
Gubernur Maluku Utara terus menunjukan tekad bangkitkan Sofifi yang sudah berdiri sebagai Ibukota selama 25 tahun.
Hal ini terbukti dari pembahasan masterplan Sherly Laos bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Sekretaris Daerah Samsuddin A Kadir dan Dinas PU.
Baca juga: Sherly Laos Redam Konflik Tambang: Jaga Stabilitas Investasi dan Kepentingan Rakyat Maluku Utara
Baca juga: Sherly Laos: Mulai 10 Juni 2025, Seluruh Masyarakat di Maluku Utara Nikmati Layanan Kesehatan Gratis

Pembahasan tersebut meliputi pembangunan gedung kesenian, GOR, stadion bola, perumahan ASN, Sekolah Rakyat serta SMA Unggulan Garuda.
Tak hanya itu, pertemuan tersebut juga membahas pengembangan Rumah Sakit hingga pasar yang merupakan pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Pertemuan yang diunggah Sherly Laos ke instagram pribadinya @s_tjo, Selasa (27/5/2025) itu, juga menjelaskan cara menghidupkan Ibukota.
Meliputi adanya magnet aktivitas harian, aktivasi event reguler hingga ada pusat ekonomi yang menggeliat.
Sherly Laos menuliskan solusi bersama membangun Ibukota Sofifi dengan integrasi fasilitas dengan rutin menggelar event.
Lalu memanfaatkan UMKM lokal sebagai penggerak, ada kawasan pasar sebagai pusat ekonomi serta perkuat konektivitas antarwilayah.
Sherly Laos menegaskan bahwa Ibukota Sofifi tak boleh sepi lagi seperti yang terjadi selama 25 tahun berdiri.
Serta mengajak seluruh masyarakat Maluku Utara untuk sama-sama hidupkan dan ramainkan Kota Sofifi.
25 tahun Sofifi berdiri sebagai ibu kota, kini saatnya kita bangkitkan denyut nadi kotanya. Bersama Pak Wagub, Pak Sekda, dan Dinas Pu, kita bahas masterplan—bukan sekadar gambar, tapi arah masa depan.
Gedung kesenian, GOR, stadion bola, perumahan ASN, Sekolah Rakyat, SMA unggulan Garuda, pengembangan rumah sakit dan pasar bukan hanya infrastruktur—mereka adalah pusat aktivitas ekonomi dan sosial.
Sebuah ibu kota akan hidup jika:
1. Ada magnet aktivitas harian.
2. Aktivasi Event Regular
3. Ada pusat ekonomi yang menggeliat.
Solusinya: Integrasi fasilitas dengan event rutin, UMKM lokal sebagai penggerak, kawasan pasar sebagai simpul ekonomi, dan konektivitas antarwilayah diperkuat.
Pemprov Malut dan BIG Perkuat Kerja Sama Geospasial, Fokus Tingkatkan SDM dan Infrastruktur Data |
![]() |
---|
Tahun Depan, Pemprov Malut Gandeng PT Dafra Bangun Industri Telur dan Pabrik Pakan |
![]() |
---|
Pemprov Malut Prioritaskan Jalan Tani dan Irigasi untuk Dukung Ketahanan Pangan 2025 |
![]() |
---|
Pemprov Malut Target Ketahanan Pangan Lewat Pengembangan Sawah dan Hortikultura |
![]() |
---|
Atasi Inflasi, Pemprov Maluku Utara Fokus Kembangkan Hortikultura di 5 Kabupaten/Kota |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.