Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Opini

Kesehatan Taliabu: Saatnya Membangun Sistem, Bukan Sekedar Bangunan

Alfitra Halil: Membangun fisik tanpa menata sistem hanya akan menghasilkan bangunan kosong

Editor: Munawir Taoeda
Istimewah
OPINI: dr. Alfitra Halil, S.Ked selaku Praktisi kesehatan Maluku Utara  

Jika pemimpin memilih pembantu hanya berdasarkan kedekatan, maka yang dibangun bukan sistem, tapi lingkaran yang rapuh dan mudah runtuh.

Reformasi ASN dan Digitalisasi: Pilar Profesionalisme Baru

Sudah saatnya sistem kesehatan Taliabu dibangun bukan berdasarkan kedekatan personal, tetapi berdasarkan hukum, data, dan keberpihakan terhadap kompetensi.

Gunakan instrumen hukum yang tersedia:

UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN

PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN

PermenPANRB No. 40 Tahun 2018 tentang Sistem Merit

Permenkes No. 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas

Dorong digitalisasi sistem rujukan, pencatatan medis, logistik, dan pelaporan. Taliabu tidak perlu berjalan sendiri.

Gunakan dasar hukum PP No. 28 Tahun 2018 tentang Kerja Sama Daerah untuk menjalin kolaborasi lintas kabupaten.

Penutup: Seruan Dari Pinggiran

Tulisan ini lahir dari kepedulian yang nyata. Ini tidak datang dari ruang seminar atau meja kantor berpendingin udara, melainkan dari lorong-lorong Puskesmas yang sepi dokter, dari ruang tunggu keluarga pasien yang kehabisan biaya rujukan, dan dari suara-suara sunyi para tenaga kesehatan yang merasa tak dianggap di tanahnya sendiri.

Kami menulis karena kami peduli. Kami menulis karena kami percaya bahwa masih ada harapan.

Bahwa Taliabu masih bisa bangkit jika ada kemauan dari atas, dan ruang dari bawah.

Kami bersuara bukan untuk menyalahkan, tapi untuk mengajak semua pihak terutama pemimpin kami untuk berani membaca kenyataan, bukan sekadar laporan.

Tulisan ini dibuat untuk menguatkan pemimpin daerah kami yang baru dilantik. Kami ingin memberi pesan bahwa tak ada yang salah dengan membangun rumah sakit.

Tapi jauh lebih penting adalah membangun sistem di baliknya. Sistem yang berpihak pada rakyat kecil.

Sistem yang adil bagi tenaga kesehatan. Sistem yang memberi ruang bagi putra-putri Taliabu sendiri untuk tampil dan menjadi bagian dari solusi.

Kami ingin pemimpin berani mengambil keputusan strategis, termasuk dalam memilih orang-orang yang membantu tugasnya di bidang kesehatan. Jangan pilih hanya karena loyalitas tapi pilihlah karena kapasitas dan komitmen.

Karena terlalu banyak masyarakat yang telah kehilangan kepercayaan terhadap tata kelola sebelumnya.

Mereka tidak lagi berharap pada sistem yang lama, karena yang mereka alami hanya antrean panjang, rujukan ke luar daerah, dan tidak adanya pelayanan saat dibutuhkan.

Kami tidak ingin lagi pasien selalu dirujuk ke Luwuk hanya karena Taliabu tidak memiliki layanan dasar yang seharusnya bisa disediakan sendiri.

Kami ingin orang Taliabu sendiri yang bersuara, bukan dibungkam. Kami ingin mereka diberi ruang untuk tampil dan memajukan negerinya seperti para pejuang, seperti Rohana Kudus.

Karena kelak, sejarah tidak akan mencatat siapa yang membangun gedung, tetapi siapa yang membangun sistem dan menyelamatkan masa depan rakyatnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved