Pemkot Tidore
Per Juni 2025, Pemkot Tidore Tangani 110 Kasus HIV
"Para pengidap HIV telah dilakukan pemantauan rutin dan pemberian obat-obatan secara teratur, "kata Plt Kadis Kesehatan Tidore Saiful Salim
Penulis: Faisal Amin | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, TIDORE - Pengidap HIV di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara kian hari kian bertambah.
Data Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepualauan memperlihatkan, periode Januari hingga Juni 2025 sudah ditemukan 13 kasus.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan Saiful Salim pada Senin (16/6/2025).
Dikatakan, dengan adanya tambahan 13 kasus, maka secara keseluruhan jumlah pengidap HIV di Tidore 110 kasus.
Baca juga: Seluruh OPD Pemkab Halmahera Timur Diingatkan Kerjakan Tugas Pokok
Angka tersebut merupakan akumulasi dari:

2018 sebanyak 7 kasus; 2019 sebanyak 9 kasus; 2020 sebanyak 11 kasus; 2021 sebanyak 7 kasus.
2022 sebanyak 18 kasus; 2023 sebanyak 16 kasus; 2024 sebanyak 29 kasus; 2025 Januari-Juni sebanyak 13 kasus.
"Kasus paling banyak didominasi oleh laki-laki. Kebanyakan penyebab ini istilahnya suka jajan diluar, "katanya.
Saiful mengaku, pemicu HIV tersebut disebabkan berbagai faktor seperti seks bebas dan perilaku seksual menyimpang atau hubungan badan sesama jenis jadi infeksi menular seksual (IMS).
"Selain itu faktor lain seperti hubungan seksual tanpa kondom, sipilis, termasuk penggunaan jarum suntik bersamaan, serta transfusi darah, itu yang merupakan faktor penyebabnya, "terang Saiful.
Saiful menyampaikan para pengidap HIV telah dilakukan pemantauan rutin dan pemberian obat-obatan secara teratur oleh pihak puskesmas maupun rumah sakit agar virusnya terkontrol.
Untuk pengobatan ini kami menggunakan obat antiretroviral (ARV). Tujuan dari pengobatan itu adalah untuk memperlambat perkembangan virus, mengurangi virus, dan meningkatkan kualitas hidup, jadi ini tidak dapat sampai penyembuhan total. ARV ini tidak bisa menyembuhkan HIV secara utuh, tetapi obat ini dapat membantu pasien dapat hidup lebih lama dan lebih sehat,” Ujarnya.
Sementara itu,untuk mengantisipasi meningkatnya angka kasus HIV di Kota Tidore Kepulauan, Dinas Kesehatan beserta puskesmas akan menggencarkan skrining kesehatan.
Skrining kesehatan tersebut merupakan bagian dari program rutin Dinas Kesehatan, namun intensitasnya ditingkatkan setelah ditemukan kasus baru tersebut.
"Untuk mengantisipasi hal itu, makanya setiap 6 bulan dalam setahun kami intens melakukan pemeriksaan atau skrining."
Hadiri Konferensi PGME, Ahmad Laiman Dorong Pemenuhan Dokter Spesialis untuk Tidore |
![]() |
---|
Cuaca Buruk, BPBD Tidore Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan |
![]() |
---|
Tidore Sabet Juara I dan II Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Maluku Utara |
![]() |
---|
Pemkot Tidore Gandeng UI dan Kemendagri Bahas Penerapan BLUD 2 Puskesmas |
![]() |
---|
Bunda PAUD Tidore Dorong Penerapan Pembelajaran Deep Learning |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.