Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Kepala BNPB Suharyanto Dijadwalkan ke Ternate, Respon Penanganan Dampak Bencana

Pemprov Maluku Utara akan sampaikan sejumlah usulan strategis dampak bencana kepada Kepala BNPB Suharyanto saat berkunjung ke Kota Ternate

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
BENCANA: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos dalam sebuah kesempatan belum lama ini 

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Pemprov Maluku Utara terus mengintensifkan langkah-langkah penanganan bencana alam, khususnya banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah.

Sebab cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur.

Termasuk ruas jalan dan jembatan di Kabupaten Kepulauan Sula, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan.

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menegaskan bahwa pemerintah menerapkan dua pendekatan utama dalam penanggulangan bencana:

Baca juga: Ground Breaking Proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik di Halmahera Timur Diresmikan

Pertama, penanganan langsung oleh pemerintah daerah apabila anggaran tersedia.

BENCANA: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos dalam sebuah kesempatan belum lama ini
BENCANA: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos dalam sebuah kesempatan belum lama ini (Istimewa)

Kedua, koordinasi dengan pemerintah pusat jika kapasitas fiskal daerah belum mencukupi.

"Penyelesaian dilakukan sesuai dengan kewenangan baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun pemerintah pusat, "ujar Sherly Laos, Minggu (29/6/2025).

Gubernur Maluku Utara juga telah meninjau langsung sejumlah titik terdampak banjir dan longsor.

Bahkan menurut jadwal, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto akan berkunjung ke Kota Ternate Senin (30/6/2025) besok.

Dalam kesempatan itu, Sherly Laos akan menyampaikan sejumlah usulan strategis untuk percepatan penanganan dampak bencana.

Terpisah, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe memaparkan langkah-langkah konkret yang telah diambil pemerintah di beberapa wilayah terdampak:

Halmahera Selatan
Desa Samo (Gane Barat Utara): Empat titik longsor teridentifikasi, dua di antaranya telah ditangani dengan Dana Tak Terduga (DTT) Pemprov. Usulan pembangunan tebing penahan dan drainase akan diajukan melalui Dana Siap Pakai (DSP) BNPB.

Ake Moloku: Identifikasi lokasi, desain teknis, dan RAB telah disiapkan untuk penanganan darurat.

Ake Sibu-Sibu (Pulau Bacan): Perencanaan pembangunan jembatan rangka Bailey sepanjang 24 meter sedang diproses.

Ake Panamboang: Sudah masuk dalam skema pergeseran anggaran tahun 2025.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved