Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Sudah Tau Pantai Tawa? Sherly Laos Kenalkan Wisata Air Laut Panas di Halmahera Selatan

Kata Sherly Laos, Pantai Air Panas Tawa merupakan spot tersembunyi yang menjadi bukti Indonesia se-epik itu

Kolase TribunTernate.com/Tangkapan layar dari Instagram @s_tjo
PANTAI TAWA - Kolase foto Sherly Laos berendam di Pantai Air Panas Tawa, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Tangkapan layar dari unggahan video di instagram @s_tjo, Kamis (3/7/2025). Gubernur Maluku Utara Sherly Laos perkenalkan salah satu wisata air laut panas di Halmahera Selatan. 

"Namun ketika teman-teman petani setiap gapoktan datang ke toko RDKK-nya tidak diinput." Ujar Petani lainnya.

Menanggapi hal itu, Sherly Laos menyampaikan komitmennya untuk memastikan kesejahteraan petani, sejalan dengan pemerintahan Presiden Prabowo.

Sherly Laos juga menegaskan bahwa pemerintahan dirinya dan Sarbin Sehe, memutuskan bahwa Halmahera Utara, Halmahera Barat dan Halmahera Timur akan menjadi lumbung pangan Maluku Utara.

"Terima kasih semua masukan dan saran diterima. Gambar besarnya adalah provinsi Maluku Utara di masa Pemerintahan saya dan Pak Sarbin,"

"Kita sudah memutuskan bahwa Halmahera Utara dan Halmahera Barat serta Halmahera Timur khususnya Subaim, Ekor, akan menjadi lumbung pangan untuk Maluku Utara,"

"Pemerintahan Presiden Prabowo akan memastikan bahwa nilai tukar petani itu naik, akan memastikan bahwa pupuk bisa terakses oleh Petani,"

"Dan memastikan bahwa produktivitas Petani itu naik, karena petani itu harus sejahtera, tugas kita perpanjangan tangan dari pemerintahan pusat,"

"Sebagai pemerintah provinsi memastikan itu terjadi, kita akan bekerja sama dengan Kabupaten mencari permasalahannya dan kemudian mencari solusinya,"

"Di peeping sudah cukup kuat komitmen untuk tutup dari Manado tidak boleh masuk ke Halmahera Utara."

"Tomat itu idealnya Rp 8.000 lah ya, Rp 8.000-Rp 10.000 tapi dia merata sepanjang tahun begitupun dengan cabe."

"Dalam hal ini Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, hadir sebagai regulator melindungi nilai tukar petani supaya lagi nanam itu tenang,"

"Bahwa jualnya nanti harganya nggak jatuh." Pungkas Sherly Laos.

“Pernah kepikiran gak… kenapa kita masih impor bahan pangan, ambil rica tomat dari propinsi lain padahal tanah kita subur luar biasa?”

Di Halmahera Utara - Maluku Utara, satu langkah baru sedang dimulai: menuju swasembada rica dan tomat. 
Bukan sekadar mimpi, ini adalah gerakan nyata — dari petani, untuk petani, bersama pemerintah.

Kami datang bukan hanya untuk dengar.
Tapi mendengar sungguh-sungguh, berdiskusi terbuka, dan mencari solusi konkret bareng para petani.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved