Pemprov Malut
Pekan Daerah Pertanian 2026, Pemprov Maluku Utara Fokus Sinergi dan Swasembada Pangan
Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara akan menggelar dua agenda penting pada 23–24 Juli 2025
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI – Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara akan menggelar dua agenda penting pada 23–24 Juli 2025.
Yakni Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Tahun 2026 dan Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang dipusatkan di Desa Ampera, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara, Anwar Husen, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum strategis menyelaraskan program pertanian provinsi dan kabupaten/kota secara terpadu.
Baca juga: Kabar Transfer Nico Gonzales Cuma Hoaks, Begini Nasib Pemain Man City yang Disebut Hengkang
“Musrenbang ini tidak hanya membahas rencana pembangunan pertanian 2026, tetapi juga memperkuat sinergi antarlembaga dalam upaya membangun sektor pertanian Maluku Utara yang lebih maju dan berkelanjutan,” ujar Anwar, Rabu (9/7/2025) di Sofifi.
Ia menjelaskan, peserta Musrenbang akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti DPRD, Balai Wilayah Sungai (BWS), Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Pusat Statistik (BPS), serta seluruh kepala dinas pertanian kabupaten/kota beserta jajarannya.
Anwar menyebutkan, prioritas utama Musrenbang adalah pencapaian swasembada pangan, khususnya beras, serta peningkatan produksi hortikultura strategis seperti tomat, cabai, dan bawang merah.
“Kami tidak menargetkan swasembada hortikultura secara menyeluruh karena keterbatasan geografis dan iklim. Tapi kami fokus pada komoditas yang bisa dikembangkan secara optimal di wilayah Maluku Utara,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan kawasan dan karakteristik lokal dalam pengembangan pertanian.
“Setiap daerah punya keunggulan dan keterbatasan sendiri. Misalnya Kao Barat di Halmahera Utara cocok untuk pengembangan sawah, sementara Tidore tidak bisa dipaksakan karena keterbatasan lahan dan irigasi," tuturnya.
Dalam Musrenbang nanti, pemerintah juga akan membahas sinkronisasi program dari APBD provinsi, kabupaten/kota, hingga usulan ke pemerintah pusat melalui APBN.
“Kita akan memverifikasi semua usulan dari kabupaten/kota agar perencanaan tahun 2026 benar-benar matang dan berdaya guna,” kata Anwar.
Bersamaan dengan Musrenbang, PEDA KTNA akan digelar sebagai ajang pemilihan petani berprestasi yang akan mewakili Maluku Utara ke Berdas Nasional (BENAS) tahun 2026 di Gorontalo.
“PEDA ini jadi sarana memilih petani terbaik yang akan kami kirim ke BENAS. Kegiatan akan dibuka oleh Gubernur Sherly Laos di Aula Nuku, Sofifi,” terang Anwar.
Selain itu, akan ada pameran hasil pertanian dari 10 kabupaten/kota serta kontes ternak yang melibatkan masyarakat sekitar.
Baca juga: Enzo Maresca Tidak Salah Langsung Percaya Joao Pedro Jadi Starter, Bos Chelsea: Kami Sudah Tahu
Uniknya, seluruh peserta akan menginap di homestay milik warga Desa Ampera, sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal.
“Kami sengaja tidak memilih hotel agar para petani dari berbagai daerah bisa saling bertukar informasi langsung di lingkungan masyarakat,” imbuhnya.
PEDA ini juga akan diisi dengan dialog interaktif bersama Sherly Laos dan kegiatan edukatif lainnya untuk memperkuat posisi pertanian sebagai sektor unggulan Maluku Utara di masa depan. (*)
KLHS RPJMD Maluku Utara 2025-2029 Rampung, Siap Diintegrasikan ke Dokumen Pembangunan |
![]() |
---|
Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Affan Kurniawan, Sherly Laos: Aparat Harusnya Humanis |
![]() |
---|
Pertama Kali! Pemprov Maluku Utara Sabet Baznas Award Tingkat Nasional |
![]() |
---|
Pemprov Maluku Utara Serahkan Santunan Duka Rp5 Juta per Keluarga di 5 Kabupaten/Kota |
![]() |
---|
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Sabet Baznas Award 2025: Bukti Dukungan Kuat Gerakan Zakat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.