Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

RSUD Chasan Boesoirie

Berkait Utang Pengadaan Obat, Ini Harapan RS Chasan Boesoirie Maluku Utara dr Alwia Assagaf

Direktur RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara, dr Alwia Assegaf, mengungkapkan utang pengadaan obat belum terbayar seluruhnya

|
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Sitti Muthmainnah
TribunTernate.com/Fizri Nurdin
UTANG - Direktur RSUD Chasan Boesoirie Ternate, dr Alwia Assagaf saat diwawancarai wartawan di kantornya, pada Kamis (11/7/2025) kemarin. Ia menjelaskan pihaknya masi menunggak utang obat Rp16 miliar, Sabtu (12/7/2025) 

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI – Direktur RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara, dr Alwia Assegaf, mengungkapkan utang pengadaan obat belum terbayar seluruhnya.

Total utang yang tercatat mencapai Rp 40 miliar.

"Alokasi anggarannya sudah ada. Sebesar Rp 10 miliar masuk dalam APBD induk, dan sisanya Rp 30 miliar masuk di APBD Perubahan tahun lalu. Artinya, sebenarnya sudah ada pagu pembagiannya,” kata Alwia diwawancarai wartawan di kantornya, Jumat (11/7/2025).

Baca juga: Hak Dasar Warga Maluku Utara Belum Terpenuhi, Sherly Laos: Saya Tidak Mau Viral Lalu Hilang

Baca juga: Harga dan Buyback Naik Rp 13 Ribu per Gram: Ini Rincian Emas Antam Sabtu 12 Juli 2025

Namun, ia menyebutkan, hingga batas akhir tahun anggaran, yakni 31 Desember 2024, baru sekitar Rp 24 miliar yang berhasil dibayarkan dari total utang.

"Jadi masih tersisa kurang lebih Rp 16 miliar. Kami berharap sisanya bisa masuk dalam pembiayaan tahun 2025,” ujarnya.

Alwia juga menambahkan, sebagian utang ke Kimia Farma, salah satu pemasok obat utama, mulai dilunasi.

"Beberapa hari lalu, dalam pergeseran anggaran kelima, sudah dibayarkan sekitar Rp 3 miliar kepada Kimia Farma. Untuk lebih detail teknisnya bisa dikonfirmasi ke Wakil Direktur,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved