Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

300 Petani Unggulan Maluku Utara Ikut Pekan Daerah Pertanian di Desa Ampera

Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara menggelar Pekan Daerah (PEDA) Pertanian selama dua hari, mulai 23–24 Juli 2025

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Tribunternate.com/Sansul Sardi
Plt Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara Anwar Husen. Ia menjelaskan soal pekan daerah, Kamis (24/7/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI– Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara menggelar Pekan Daerah (PEDA) Pertanian selama dua hari, mulai 23–24 Juli 2025.

Peda dipusatkan di Desa Ampera, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.

Plt Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara, Anwar Husen, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, tukar informasi, dan pameran hasil pertanian dari seluruh Kabupaten/Kota se-Maluku Utara.

Baca juga: Aktivitas Pemprov Maluku Utara Kembali Normal Usai Aksi Tolak DOB Sofifi

“Total peserta mencapai sekitar 300 orang, termasuk petani-petani terbaik dari 10 kabupaten/kota,” ujar Anwar.

Kata Anwar, Peda 2025 tidak hanya menjadi ruang pamer hasil pertanian, tetapi juga forum penting bagi petani untuk berbagi pengalaman dan inovasi teknologi.

“Hasil-hasil pertanian dari daerah masing-masing dipamerkan di lokasi kegiatan. Ini menjadi momentum berharga untuk saling belajar dan mengembangkan potensi lokal,” tambahnya.

Selain pameran, Peda juga menggelar rembuk pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) se-Maluku Utara, sebagai persiapan menghadapi Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan 2026 di Gorontalo.

“Rembuk ini untuk menentukan siapa saja petani terbaik yang akan mewakili Maluku Utara di ajang nasional tersebut,” jelas Anwar.

Baca juga: RTRW 2024–2043 Disahkan, Pemprov Maluk Utar Komitmen Kawal Tata Ruang Daerah

Ia menegaskan, peserta yang akan dikirim ke Penas dipilih melalui seleksi Peda tahun ini.

“Mereka adalah duta-duta pertanian daerah yang akan membawa nama Malut di tingkat nasional,” pungkasnya.

Peda 2025 menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antarpetani dan pemangku kepentingan, sekaligus menjadi ruang konsolidasi untuk menyongsong kemandirian pangan dan pertanian berkelanjutan di Provinsi Maluku Utara. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved