Pemprov Malut
Sherly Laos: Sektor Pariwisata Maluku Utara Masih Lesu, PAD Didominasi Penjualan BBM
Sherly Laos menyatakan bahwa hingga saat ini sektor pariwisata belum memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI – Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menyatakan bahwa hingga saat ini sektor pariwisata belum memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menyebut, pendapatan daerah masih sangat bergantung pada sektor penjualan bahan bakar minyak (BBM).
“Yang belum ada tanda-tanda sama sekali itu dari sektor pariwisata,” tegas Sherly Laos, Jumat (15/8/2025).
Baca juga: 65 Anggota Paskibraka Ternate 2025 Dikukuhkan
Meski demikian, ia menyampaikan bahwa sektor pertanian dan perikanan mulai menunjukkan perkembangan positif.
Sherly Laos menjelaskan, peningkatan kontribusi dari dua sektor tersebut tak lepas dari masuknya investasi swasta yang mendorong kegiatan hilirisasi.
Pabrik Kelapa dan Hilirisasi Mulai Beri Dampak
Sherly mengungkapkan saat ini sudah berdiri dua pabrik pengolahan kelapa di Maluku Utara, salah satunya memiliki kapasitas produksi hingga 600 butir kelapa per hari.
Sementara itu, perusahaan besar seperti PT NIKO juga sedang membangun pabrik baru dengan target produksi mencapai 1,7 juta butir kelapa per hari, yang ditargetkan rampung dalam dua tahun mendatang.
“Kita berada di jalur yang benar. Pertanian dan perikanan terus berkembang, kita menuju swasembada pangan, dan ke depan akan melakukan hilirisasi cengkeh serta pala,” ujar Sherly.
Baca juga: Ini Rincian Harga serta Buyback Emas Galeri 24, Antam dan UBS di Pegadaian, Jumat 15 Agustus 2025
Menurutnya, keberhasilan hilirisasi pada sektor pertanian dan perikanan menjadi bukti bahwa pendekatan ini bisa menjadi kunci pertumbuhan ekonomi daerah ke depan.
Di tengah optimisme pada sektor primer, Sherly Laos menegaskan bahwa pariwisata Maluku Utara masih tertinggal dan perlu perhatian serius.
Sherly Laos berharap, ke depan sektor ini bisa dikelola lebih maksimal untuk menambah sumber PAD secara berkelanjutan. (*)
| Maluku Utara Jadi Lokus Policy Sandbox Penguatan Pers dan Media BEJO’S |
|
|---|
| Sekda Malut: PKA Harus Hasilkan Dampak Nyata, Bukan Sekadar Dokumen |
|
|---|
| Pemprov Maluku Utara Percepat Digitalisasi Keuangan, KKPD Jadi Andalan Tingkatkan Transparansi |
|
|---|
| DBH hingga Tanggung Jawab Lingkungan di Maluku Utara Jadi Sorotan BAM DPR RI |
|
|---|
| Gubernur Malut Ganti Direktur RSUD Chasan Boesoirie, Rosita Alkatiri Jadi Plt |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/anggaran-lhp.jpg)