Sabtu, 23 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Menyapa Nusantara 2026

Memperkuat 'Policy Anchor' Stabilitas Rupiah

Kenaikan BI-Rate sebesar 50 bps membuktikan bahwa Bank Indonesia memilih pendekatan pre-emptive dan forward-looking

Tayang:
Editor: Munawir Taoeda
Dok ANTARA
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Haji La Tunrung, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/5/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/tom. 

Ketika Bank Indonesia fokus menjalankan mandatnya untuk menjaga jangkar stabilitas nilai tukar dan inflasi, Kementerian Keuangan harus memastikan bahwa kredibilitas fiskal tetap kokoh di mata dunia.

Baca juga: Somasi Tak Digubris Usai Gagal Nikah, Briptu Alim di Ternate Dilaporkan ke Propam Polri

Sinergi yang solid antara kedua otoritas ini akan melahirkan kombinasi kebijakan yang ampuh.

Hasil akhirnya bukan hanya berupa penguatan nilai tukar rupiah dan kurva imbal hasil yang lebih sehat, melainkan terjaganya kepercayaan investor global terhadap narasi besar pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Melalui keselarasan langkah moneter dan fiskal, optimisme bahwa ekonomi nasional tetap mampu tumbuh kuat di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen sepanjang tahun 2026 dapat diwujudkan, sekaligus membuktikan bahwa Indonesia memiliki daya tahan dan ketangguhan yang mumpuni dalam menavigasi dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. (*)

(ANTARA/Lucky Akbar/22 Mai 2026)

Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved