Halmahera Selatan
Bupati Halmahera Selatan Maluku Utara Minta Bijak Ambil Keputusan Soal Polemik Pergantian Kepsek
Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara, Bassam Kasuba akhirnya buka suara soal polemik pergantian Kepala Sekolah (Kepsek) SD di dua desa.
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara, Bassam Kasuba akhirnya buka suara soal polemik pergantian Kepala Sekolah (Kepsek) SD di dua desa.
Dia menyebut aksi penolakan pergantian Kepsek yang dilakukan warga maupun orang tua murid di Desa Babang Bacan Timur dan Desa Dowora Gane Barat Selatan beberapa waktu lalu, merupakan dinamika biasa dalam pemerintahan.
Menurut Bassam, keputusan pergantian Kepsek dapat direvieu atau dikaji kembali jika dirasa tidak tepat. Namun, dia mengimbau kepada Kepsek yang telah diganti, agar bijak menanggapi keputusan pergantian itu.
"Harus bijak menanggapinya, jangan kemudian memprofokasi atau mendorong massa untuk menunjukan sikap-sikap yang akhirnya mencederai wajah pendidikan kita," katanya, Senin (13/5/2024).
Bassam pun meminta para Kepsek yang tak terima posisinya diganti, agar menyampaikan alasan kepadanya selaku Bupati, atau ke Kepala Dinas Penidikan Halmahera Selatan Siti Khotijah.
Dalam kesmepatan ini, dia juga menegaskan bahwa kebijakan pergantian Kepsek merupakan bagian dari penyegaran birokrasi pada sektor pendidikan.
"Dan (kebijakan) itu pasti ada yang mau, ada yang tidak puas. Itu dinamika biasa yang harus dicernah secara bijak supaya tidak mempengaruhi hal-hal yang lain," terangnya.
"Kemudian satu kebijakan yang sudah diputuskan, saya harap kebijakan itu diikuti dulu. Kalau memang kebijakan itu tidak tepat, maka beri masukan tepat supaya kita kaji," tandas Bassam.
Diberikatakan sebelumnya, pergantian Kepala Sekolah (Kepsek) SD Alkhairat Babang dan Kepsek SDN 28 Halmahera Selatan, Maluku Utara, menuai protes orang tua murid.
Baca juga: Sekelompok Remaja di Halmahera Selatan Digrebek saat Hirup Aibon, Polisi Ingatkan Peran Orang Tua
Untuk SD Alkahirat Babang, aksi penolakan dilakukan puluhan orang tua murid pada Rabu (8/5/2024).
Dalam aksi itu, mereka sempat memalang pintu salah satu ruang belajar dan membentangkan spanduk bertulisan penolakan di gedung sekolah.
Aksi serupa juga terjadi di Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan yang merupakan lokasi SDN 28 Halmahera Selatan.
Di mana, puluhan warga menolak kedatangan Kepsek baru di pelabuhan desa setempat pada Kamis (9/5/2024).
Aksi penolakan ini divideo warga dan sudah tersebar luas di WahtasApp Grup. Begitu juga dengan aksi penolakan Kepsek di SD Alhairat Babang, Bacan Timur. (*)
| Jaksa dan Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp5,2 Miliar Kesbangpol Halsel |
|
|---|
| Warga Bokimiake Halmahera Selatan Swadaya Perbaiki Jembatan Ambruk Akibat Gempa |
|
|---|
| Pemkab Halsel dan FKUB Deklarasi Damai, Ini 5 Poin Kesepakatan Pemuka Agama |
|
|---|
| Jaksa Kembalikan Berkas Kasus Tambang Ilegal di Obi Halmahera Selatan, Ini Alasannya |
|
|---|
| Pengantin Baru di Halmahera Selatan Raup Rp 420 Juta dari 'Bendera Uang' Tamu Undangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/13052024_Bassamkasuba13052024.jpg)