Kamis, 7 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Pengantin Baru di Halmahera Selatan Raup Rp 420 Juta dari 'Bendera Uang' Tamu Undangan

Uang tersebut merupakan pemberian tamu undangan melalui acara Saro-saro yang berlangsung kurang lebih 3 jam

Tayang:
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa/Kolase Tribunternate.com
HAJATAN: Tampak para tamu undangan membawa uang ke lokasi acara Saro-saro dalam sebuah pernikahan di Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Sabtu (28/3/2026) 
Ringkasan Berita:1. Pasangan pengantin baru di Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Halmahera Selatan, mendadak jadi perbincangan usai melaksanakan pernikahan pada Sabtu (28/3/2026)
2. Adalah Judda (pengantian pria) dan Yuni (pengantin wanita). Dalam acara pernikahan keduanya, terkumpul uang Rp 420 juta
3. Uang tersebut merupakan pemberian dari para tamu undangan melalui acara Saro-saro

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Pasangan pengantin baru di Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara mendadak jadi perbincangan usai melaksanakan pernikahan pada Sabtu (28/3/2026).

Adalah Judda (pengantian pria) dan Yuni (pengantin wanita). Dalam acara pernikahan keduanya, terkumpul uang Rp 420 juta.

Uang tersebut merupakan pemberian dari para tamu undangan melalui acara Saro-saro yang berlangsung kurang lebih 3 jam, yakni dari pukul pukul 11.00 WIT hingga 14.00 WIT.

Para tamu undangan, tampak berbondong-bondong menyampari kedua mempelai dan menyerahkan uang kertas yang dibalut dengan lidi. Pecahan uang, rata Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

Baca juga: Baru Setahun Dibeli, Speedboat Milik Dinkes Halmahera Selatan Terbengkalai

Dengan total uang terkumpul sebanyak Rp 420 juta rupiah, pasangan Judda dan Yuni mencatatkan rekor sebagai pengantin baru dengan perolehan nilai Saro-saro tertinggi Halmahera Selatan.

Abdan Hajirun, keluarga dari kedua mempelai, menjelaskan bahwa Saro-saro merupakan salah satu tradisi masyarakat Maluku Utara, termasuk mereka di Desa Busua. 

Saro-saro juga bagian penting dalam tradisi pernikahan khusus suku Makian yang bermukim di wilayah Halmahera Selatan.

Judda dan Yuni, pengantin baru dari Halmahera Selatan
Judda dan Yuni, pengantin baru dari Halmahera Selatan (Istimewa/Kolase Tribunternate.com)

"Saro-saro ini bukan sekadar tradisi, tetapi bentuk doa restu dan dukungan kepada pengantin baru. Saro-saro biasa digelar usai akad nikah atau dalam acara pernikahan, "jelas Abdan saat dihubungi, Senin (30/3/2026).

Ia mengatakan, nilai kebersamaan pada tradisi Saro-saro, sangat terasa dalam setiap pemberian hadiah berupa uang dan barang kepada kedua mempelai.

"Ini juga mencerminkan solidaritas dan kepedulian sosial masyarakat. Sehingga saro-saro, kerap dilakukan dalam setiap acara pernikahan, "tuturnya.

Baca juga: Baru Setahun Dibeli, Speedboat Milik Dinkes Halmahera Selatan Terbengkalai

Selain uang tunai, pasangan Judda dan Yuni juga menerima hadiah satu unit sepeda motor merek Honda Scoopy serta berbagai perlengkapan rumah tangga seperti bokor, penanak nasi, dan kebutuhan lainnya.

Menurut Abdan, seluruh pemberian tersebut menjadi simbol harapan agar pasangan pengantin dapat membangun rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.

"Semoga ini menjadi awal yang baik bagi rumah tangga mereka berdua. Insyaallah mereka dapat menjadi pasangan sehidup semati, "tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved